Wakil Rakyat Dorong Negeri Persiapan Menjadi Negeri Defenitif

Wakil Rakyat Dorong Negeri Persiapan Menjadi Negeri Defenitif

BULA, hunimuanews - Rencana pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur memekarkan sejumlah dusun menjadi negeri diapresiasi anggota DPRD Seram Bagian Timur, Noaf  Rumauw. Rencana tersebut perlu dipercepat, guna memacu  kesejahteraan masyarakat.

 

Sebelumnya, pemerintah kabupaten SBT telah menetapkan sejumlah dusun menjadi negeri persiapan. Selanjutnya akan dimekarkan menjadi negeri defenitif.

 

Kepada wartawan di gedung DPRD Seram Bagian Timur Selasa (3/7), Noaf Rumauw mengatakan, sebagai wakil rakyat, ia mendukung penuh rencana pemekaran negeri persiapan menjadi negeri defenitif tersebut.

 

Pembentukan sejumlah dusun menjadi desa persiapan tersebut sudah tepat, karena sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pasal 8 ayat (5) bahwa pembentukan Desa dilakukan melalui Desa persiapan.

 

Karena itu, menurut Rumauw dukunganya terhadap rencana pemekaran dusun yang telah berstatus negeri persiapan itu merupakan bagian dari semangat melaksanakan amanat UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa serta regulasi terkait lainnya.

 

“Guna memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat  negeri atau desa,”ungkapnya.

 

Rumauw mengatakan, sebagai tindaklanjut dari rencana tersebut, sebelumnya DPRD melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) bersama pemerintah daerah melalui bagian hukum dan pemerintahan telah mengagendakan pembahasan peraturan daerah (Perda)  tentang pemekaran negeri persiapan menjadi negeri.

 

Ketua Komisi B DPRD Seram Bagian Timur ini menyebutkan, dusun yang saat ini  merupakan desa persiapan diantaranya terdapat di kecamatan Pulau Gorom dan Gorom Timur. 

 

“Yakni negeri persiapan Keliwow di negeri Amarwawatu kecamatan Gorom Timur,  negeri administratif  persiapan Kinali di Petuanan Kataloka kecamatan Pulau Gorom, negeri persiapan Sera Amar, Lalan Matlen, Inlomin, Derak, Kilurat, Arwouw, dan Wawasa di negeri Amarsekaru kecamatan Pulau Gorom,”sebutnya.

 

Karena itu, Rumauw berharap, pemerintah di daerah ini secepatnya melaksanakan agenda pemekaran negeri persiapan tersebut menjadi negeri defenitif, karena akan sangat berpengaruh positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

“Jadi, prinsipnya saya mendukung percepatan pembentukan negeri tersebut. Sehingga, harapan saya pemerintah daerah segera menyampaikan nota pengantar peraturan daerah, agar selanjutnya dibahas, guna menetapkan Perda tentang pembentukan negeri atau negeri administratif itu,”jelas Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. 

 

Menurutnya, bila rencana tersebut tidak diwujudkan secepatnya maka roda pemerintahan dan pembangunan di sejumlah negeri persiapan sulit dimaksimalkan.

 

“Apalagi, ini adalah dusun atau kampung yang cukup besar. Sehingga, pemerintah daerah diharapkan memekarkannya menjadi negeri pada tahun ini, agar tahun 2019 masyarakat sudah mendapatkan dana desa seperti desa lainnya,”ujarnya.

 

Apalagi, lanjut Rumauw saat ini masyarakat di Amarsekaru berharap adanya pemekaran kecamatan baru, yakni kecamatan Manwoku, guna memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan.

 

Kata Rumauw, harapan untuk memekarkan kecamatan Manawoku akan terwujud bila dusun-dusun yang terlah berstatus negeri persiapan tersebut telah dimekarkan menjadi negeri adminstratif.

 

“Supaya syaratnya terpenuhi. Kalau negeri persiapan tidak dimekarkan, maka cita-cita masyarakat Amarsekaru untuk membentuk kecamatan Manawoku itu sulit untuk tercapai,”pungkasnya.(GR)