Wabup SBT : Banjir Sabuai Hanya Dibesar-Besarkan Media, Insan Pers Tersinggung

Wabup SBT : Banjir Sabuai Hanya Dibesar-Besarkan Media, Insan Pers Tersinggung

BULA, hunimuanews.com- Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Idris Rumalutur menyatakan, bencana alam berupa banjir bandang di desa Sabuai dan beberapa desa lainya di kecamatan Siwalalat pekan lalu sesungguhnya tidak seheboh yang telah diketahui masyarakat luas. 

 

Pasalnya dinyatakan Wabup, hebohnya bencana alam berupa banjir bandang di desa sabuai itu akibat digoreng alias dibesar- besarkan oleh media, baik media sosial maupun media elektronik. Pernyataan ini pun membuat para pekerja media (Insan Pers) merasa disudutkan alias tersinggung.

 

Diketahui pernyataan Wakil Bupati (Wabub) Idris Rumalutur itu, termuat dalam salah satu media online (Faktalintasnusa.com) yang menyebutkan bahwa masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.

 

"Dan saya berharap agar masyarakat jangan terlalu terprovokasi dengan informasi pada media masa maupun media elektronik yang membesar-besarkan banjir Sabui" ucap Wabup seperti dikutip dari Faktalintasnusa.com. 

 

Dimuat dalam media tersebut, ungkapan Wabup ini disampaikan saat mengunjungi beberapa desa di kecamatan Siwalalat Kamis 19 Agustus 2021. Kunjungan orang nomor dua di SBT ini ke beberapa desa tersebut untuk menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang diketahui terkena dampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

 

Menelisik pernyataan Wabup yang menyebutkan banjir di Desa Sabui itu hanya dibesar besarkan media hingga heboh, mengakibatkan para pekerja media insan pers angkat bicara terkait pernyataan Wabup itu. Mereka menilai pernyataan Wabup menyinggung esensi atas profesi mereka yang bertugas menyajikan informasi dalam bentuk berita.

 

 

"Jadi saya tegaskan pernyataan Wakil Bupati ini sungguh menyudutkan profesi kita sebagai insan pers," tegas Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten SBT Muhammad Yasin Kelderak dalam Konferensi Pers yang di gelar di kota Bula Jumat (20/08/21).

 

Yasin menjelaskan, di Maluku lebih khususnya di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) insan pers dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik tak pantas memberitakan informasi yang mengandung unsur provakasi yang sifatnya membingungkan masyarakat. 

 

Dengan demikian Yasin menegaskan, pernyataan Wabup yang dinilai menyudutkan profesi para insan pers itu segera diklarifikasi. Tak hanya itu pernyataan permohonan maaf terhadap pekerja media (Insan Pers) di Maluku dan khususnya di kabupaten Seram Bagian Timur segera di sampaikan Wabup dalam interval waktu belakangan ini.

 

Dikatakan Yasin, semula informasi bencana banjir bandang di desa sabuai itu diberitakan oleh beberapa media. Menurutnya berita yang disajikan itu berdasarkan fakta dan realita yang ditemukan media hingga dimuat dalam berita yang bersifat aktual.

 

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati (Wabup) Idris Rumalutur diminta agar segera mencabut pernyataan itu dan meminta permohonan maaf. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan tidak diindahkan, PWI SBT secara kelembagaan bakal menyurati Polres SBT untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Seram Bagian Timur (SBT) terkait masalah dimaksud.

 

Hal tersebut turut ditegaskan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) SBT Bakri Wattimena. Bakri menilai apa yang di sampaikan Wakil Bupati (Wabup) dalam kunjunganya di Desa Sabui beberapa hari lalu itu prinsipnya keliru. Menurutnya apa yang semula diberitakan Media pasca bencana banjir tersebut adalah benar adanya kejadian tersebut.

 

 

"Wakil Bupati harus berani mengklarifikasi pernyataannya berdasarkan apa yang di sampaikan di desa sabuai itu tidaklah benar, walaupun itu Wabup keliru khilaf dan sebagainya namun Wabup harus mampu mengklarifikasi pernyataannya ini," tandas Bakri

 

Sementara itu, polemik pernyataan Wabup ini di tanggapi salah satu pemerhati informasi publik kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Zikrillah Rumalutur. Kepada media ini Zikrillah menggatakan, pernyataan yang di sampaikan Wakil Bupati (Wabup) Idris Rumalutur itu merupakan sudut pandang yang ditawarkan kepada masyarakat setempat. 

 

Menurutnya, pernyataan Wabup itu bagian dari memfilterisasi pemikiran masyarakat sekaligus menepis isu di tengah arus informasi publik yang kian melaju, tanpa mendiskreditkan peran-peran strategis insan pers.

 

"Sudut pandang yang di tawarkan wakil bupati adalah filterisasi terhadap isu, non mendiskreditkan peran-peran strategis insan pers," terang Zikrillah

 

Hemat dia, di tengah arus informasi publik yang kian memanas akhir akhir ini, pengambilan kebijakan berupa pernyataan maupun himbauan yang disampaikan Wabup selaku pejabat publik itu, layak menenangkan situasi dan kondisi masyarakat, khususnya warga masyarakat di Desa Sabuai kecamatan Siwalalat kabupaten Seram Bagian Timur. (HN-MR