Usai Pilkada SBT 2020, Begini Penjelasan Camat SWT

Usai Pilkada SBT 2020, Begini Penjelasan Camat SWT

BULA, hunimuanews.com- Pemilihan kepala daerah serentak yang digelar pada Rabu 9 desember 2020 di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) khususnya daerah pemilihan dua (Dapil II) Kecamatan Sirittaun Wida Timur (SWT) mendapatkan apresiasi positif dari pimpinan wilayah setempat.

 

Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa ini berjalan sesuai mekanisme dan protab yang telah ditetapkan serta terciptanya kondisi yang aman dan kondusif di 15 kecamatan yang tersebar di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang melaksanakan pesta demokrasi itu.

 

Kepala wilayah kecamatan Sirittaun Wida Timur kabupaten SBT, Mukti Kelrey saat dikonfirmasi media usai dari proses pantauan kondisi pencoblosan pada sejumlah desa di kecamatan Sirittaun Wida Timur pada Rabu, (09/12/2020)

 

Kelrey menjelaskan selaku kepala wilayah dirinya turut menjaga kambtimas serta menjunjung tinggi netralitas menjelang pilkada pada 09 desember mendatang hingga usai dari kegiatan tersebut kondisi wilayah kekuasaannya itu tetap dalam kondisi steril sebagaimana yang ia harapkan sebelumnya.

 

"Hajatan demokrasi ini merupakan hajatan masyarakat SBT lebih khususnya masyarakat Sirittaun Wida Timur, yang mana tiap orang menggunakan hak demokrasinya sesuai pilihan masing-masing dan kandidat mana yang terpilih sebagai Bupati dan wakil bupati maka itulah pemimpin kita". Ucap Kelrey.

 

Orang nomor satu di kecamatan Sirittaun Wida Timur ini juga menambahkan, pantauan dirinya terhadap kerja kerja Penyelenggara kecamatan dalam menyambut pesta demokrasi ini terlihat cukup efektif berawal dari distribusi logistik pilkada oleh KPU SBT hingga usai dari proses pencoblosan dan rekapitulasi suara di tingkat desa/kelurahan, proses tersebut terus dikawal oleh penyelenggara TNI, Polri bahkan Satpol PP yang bertugas di setiap TPS masing-masing.

 

Diakhir penjelasannya Kelrey mengingatkan kepada masyarakatnya bahwa pesta demokrasi pada 9 desember 2020 ini merupakan kepentingan politik 5 tahun sekali, untuk menjaga situasi dan kondisi ini agar tetap terjaga dirinya menghimbau agar masyarakat tidak terpecah belah disebabkan kepentingan para penguasa ini.

 

"Harapan beta cuman satu, katong masyarakt satu deng satu tetap aman itu yang penting". Tutup Kelrey. (HN-AMR)