Tradisi Warga Kelibingan Keluarkan Zakat  Fitrah

Tradisi Warga Kelibingan Keluarkan Zakat  Fitrah

Warga kampung Kelibingan kecamatan Pulau Gorom kabupaten Seram Bagian Timur, memiliki tradisi tersendiri saat mengeluarkan Zakat Fitrah. Warga membawa zakat mereka ke Masjid dan berdoa bersama sebelum menyerahkan Zakat kepada orang - orang yang berhak menerima.  

 

CATATAN : HINUMUANEWS.COM

Mengeluarkan zakat fitrah merupakan kewajiban umat Islam pada saat akhir bulan suci Ramadhan.

 

Secara umum, zakat berupa makanan pokok masyarakat di masing-masing daerah ini dapat langsung diberikan kepada orang - orang yang berhak menerimannya sesuai tuntunan ajaran agama Islam.

 

Namun, warga di beberapa desa di kecamatan Pulau Gorom kabupaten SBT memiliki  tradisi ritual tersediri dalam menunaikan kewajiban tersebut.

 

Warga kampung Kelibingan misalnya, setelah melaksanakan sholat Ashar pada pada hari terakhir bulan suci Ramadhan, mereka membawa zakat mereka ke Masjid.

 

Di Masjid, secara bergiliran warga meletakkan zakat berupa makanan pokok yakni Sagu dan Beras tersebut di atas timbangan yang disebut Taraju.

 

Timbangan atau Taraju itu dibuat dari  potongan kayu berbentuk segitiga sepanjang dua puluh lima sentimter. Bagian tengah kayu itu diikat dengan tali dan digantung.

 

Di salah satu ujung Taraju digantung batu seberat dua kilogram setengah. Batu ini menjadi penyembimbang berat zakat saat zakat digantung pada ujung lain taraju tersebut.

 

Hal itu sebagai isyarat bahwa berat Zakat yang dikeluarkan sudah sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

 

Setelah zakat semua warga ditimbang, mereka lalu berdoa bersama di Masjid dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

“Sudah tradisi sejak dahulu, dari leluhur kita,”ungkap Kadir, salah warga Kelibingan.

 

Warga kemudian membawa pulang zakat mereka ke rumah masing- masing untuk selanjutnya  memberikan kepada orang - orang yang berhak menerimanya sesuai tuntunan ajaran agama Islam.

 

Selain warga kampung kelibingan, warga di sejumlah kampung lain di kecamatan pulau gorom juga melakukan hal yang sama.(***)