Tatap Muka, Pemkab & Polres Sikapi Konflik Sosial di SBT

Tatap Muka, Pemkab & Polres Sikapi Konflik Sosial di SBT

BULA, hunimuanews.com-Pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar rapat bersama jajaran TNI Polri guna membicarakan pencegahan dan penanggulangan konflik sosial yang terjadi di kabupaten Seram Bagian Timur. 

 

Semula rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan konflik tersebut diinisiasi oleh Polres SBT. Hingga tepat pada Kamis (10/22) rapat koordinasi tersebut digelar secara bersama di Aula Pandopo Bupati SBT.

 

Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas dalam sambutanya mengungkapkan, hingga saat ini selaku kepala daerah dirinya memastikan kondisi kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini masih tetap aman. 

 

"Saya jujur saja Pak Kapolres, saya masih bangga dengan Seram Bagian Timur. Karna yang saya rasakan sama seperti jajaran Kepolisian rasakan. Bahwa sampai saat ini SBT masih dalam kondisi aman dan kondusif," ungkap Keliobas 

 

Dikatakan, terciptanya kondisi tersebut berkat kerja sama semua pihak. Tidak hanya itu secara kolektif tingkat kesadaran masyarakat pun cukup meningkat. 

 

" Adanya kondisi ini karna berkat kerja sama kita semua. Didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, hingga SBT masih tetap dalam kondisi aman," katanya

 

Meski begitu, Bupati dua periode ini menegaskan agar kondisi kabtibmas yang dirasakan masyarakat saat ini perlu dilakukan antisipasi oleh pihak-pihak terkait. 

 

"Meskipun kondisi SBT saat ini baik baik, tapi kita tidak boleh santai. Perlu dilakukan antisipasi dalam bentuk apapun," tegasnya

 

Ditempat yang sama Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) Andre Sukendar menjelaskan, untuk meningkatkan situasi kabtibmas di kabupaten SBT, pihaknya menyiapkan lapisan personil guna melakukan antisipasi bahkan turun lapangan secara langsung.

 

" Tentunya untuk meningkatkan situasi kabtibmas di SBT, kami jajaran TNI Polri akan terus bekerja keras. Kami siapkan personil kami, turun ke lapangan untuk melakukan antisipasi secara langsung kepada masyarakat," jelas Kapolres

 

Selain itu Pimpinan muda Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Timur itu membeberkan, berdasarkan surat Sekda Provinsi Maluku terdapat 52 titik konflik di Maluku. Salah satunya kata dia, di kabupaten Seram Bagian Timur tepatnya di desa Sabuai. 

 

"Di Desa sabuai ini kita ketahui bersama bahwa konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan PT. SBM. Namun berdasarkan perkara yang kami tangani bukan soal tapal batas. Melainkan krosing area yang dilakukan pihak perusahan yang diketahui luar dari batas wilayah, " bebernya

 

Selain itu ia melaporkan, berdasarkan data yang diterima pihaknya, terdapat tiga titik di kabupaten SBT yang memicu terjadinya konflik. Diantaranya kecamatan Bula Barat tepatnya di Desa Hoti. Menyusul kecamatan Werinama bertempat di Desa Tobo dan yang ketiga kecamatan Siwalalat desa Polin. Ketiga lokasi tersebut memiliki masalah yang sama yakni soal lahan.

 

"Berdasarkan data laporan yang kami terima, terdapat tiga lokasi yang menjadi ttik rawan konflik. Ini tentunya menjadi atensi kita bersama untum segara disikapi, " harapanya

 

Diketahi hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, Kejari SBT Muhammad Ilham, Kapolres SBT andre Sukendar, Denramil Bula, Perwakilan Yonif 731 Kabaresi, Kepala Kemenag SBT, Moksen Mahu, Ketua MUI sbt, serta para pimpinan OPD terkait pada lingkup pemkab SBT. (HN-MR)