Sosialisasi Jum'at Sedekah, Ini Pesan Plt Dikpudpora SBT

Sosialisasi Jum'at Sedekah, Ini Pesan Plt Dikpudpora SBT

BULA, hunimuanews.com-Jum'at Sedekah yang di canangkan oleh Persatuan Guru Republika Indonesia (PGRI) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang diketuai oleh Plt (Dikbudpora) SBT Sidik Rumalowak, menegaskan bagi seluruh guru dan siswa tentang  pentingnya bersedekah dalam dunia pendidikan yang di programkan melalui jumat sedekah oleh PGRI SBT.

 

" Nah untuk itu, dengan adanya jumat sedekah ini tidak terlalu membebankan, cukup dua ribu rupiah untuk disedekahkan setiap jumat demi kepentingan dan kebutuhan siswa dalam dunia pendidikan". Kata Rumalowak saat digelar acara sosialisasi jumat sedekah Selasa siang (9/2/2021) di Ruang Aula SMPN 11 SBT Kecamatan Sirittaun Wida Timur yang disiarkan langsung (Live) melalui akun Facebook Iskandar Rumatumerik salah satu staf pengajar pada SMPN 11 SBT. 


Turut hadir pada kesempatan itu,Plt Dispudpora SBT Sidik Rumalowak, beserta jajarannya, Kepala UPTD kiandarat, Kepala UPTD Sirittaun Wida Timur, dan sejumlah guru guru lainya sekecamatan Sirittaun Wida Timur serta siswa siswi SMPN 11 Seram Bagian Timur.


Rumalowak dalam kesempatan itu mengatakan tujuan program jumat sedekah itu, tidak hanya difokuskan pada kebutuhan yang bersifat teknis, melainkan hal itu diupayakan agar mengedukasi karakter pada diri siswa dalam hal saling membantu ketika terdapat masalah yang terjadi dilingkungan pendidikan siswa itu sendiri.

 

" Dengan adanya sedekah ini, dapat saling membantu antara satu teman dengan teman lainya, bukan cuman membantu persoalan uang saja, melainkan membantu dalam bentuk pikiran dan tenaga". Ucap Rumalowak

 

Sejalan dengan hal tersebut Ketua PGRI SBT itu secara tegas meminta kepada kepala sekolah SMPN 11 SBT beserta dewan guru yang hadir pada kesempatan itu, agar SMPN 11 SBT dijadikan sebagai play projet utama Jumat sedekah di kecamatan Sirittaun Wida Timur dengn mempertimbangkan segala hal yang terdapat pada lembaga tersebut.

 

Menurutnya, melalui jumat sedekah itu dapat merubah mainset siswa beserta guru guru, dalam melaksanakan sesuatu yang mengandung nilai edukasi, religi serta adanya nilai nilai estetika pada diri siswa, guru, lingkungan bahkan lembaga sekalipun.

 

" Saya minta agar alat berupa toa-toa 
(pengeras suara) yang terlihat seperti di masjid atau musholla pada saat Azan itu, besok besok suda harus ada dan terpasang di lingkungan SMPN 11 ini, tujuan agar tiap hari jumat itu siswa siswa ini selalu diperbiasakan dengan sholawat, jangan lupa sholawat". Harapnya.

 

Selain itu lanjut Rumalowak, proses untuk memperoleh uang melalui jumat sedakah itu, ia tegaskan kepada tiap sekolah agar mempunyai ide kreatif dalam membentuk wadah berupa taman sedekah dengan cara membuat kotak amal yang diciptakan dengan penuh kreatif.

 

"Entah kotaknya itu mau dibuat model apa, semacam ka'bah ka atau baitullah, dengan tujuan agar pada tiap jumat pagi itu, guru yang bertugas selalu berdiri dengan toanya lalu mengajak siswa siswi untuk bersama sama sholawat sambil bersedakah mengisi uang sebanyak dua ribu per siswa". Tegas Rumalowak.

 

Diakhir penjelasnya Rumalowak menegaskan kepada semua kepala sekolah agar terlepas dari jumat sedekah diharapkan semua kepala sekolah mempunyai laporan administarsi yang benar dan dibuat dalam buku register untuk dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan.

 

" Ini saya tegaskan kepada bapa bapa kepala sekolah kami akan bentuk tim untuk merekayasa hal ini, mengawasi laporan administarsi jumat sedakah ini, jadi bapa ibu jangan main main dengan uang sedekah ini pengawasan kami terhadap uang jumat sedekah ini jauh lebih ketat dari pengawasan dana BOS dan Dana DAK." Tutupnya. (HN-Musakrim)