Soal Pembangunan Hunimua FMPPI SBT Kembali Aksi Unjuk Rasa

Soal Pembangunan Hunimua FMPPI SBT Kembali Aksi Unjuk Rasa

BULA, hunimuanews.com-Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPPI SBT) kembai menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati SBT, Kamis(12/08/21). Aksi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk menagih janji Pemerintah Daerah (Pemda) terkait pembangunan Ibu Kota Hunimua.

 

Semula aksi tersebut pernah digelar beberapa waktu lalu di kecamatan Tutuk Tolu kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bertempat di kantor Camat Tutuk Tolu.

 

Selain menagih janji, aksi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk protes dan kekesalan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai sengaja melupakan pembangunan Ibu Kota Hunimua yang telah diamanatkan dalam UU No 40 Tahun 2003.

 

Salah satu orator aksi Dedy Arey dalam orasinya mengatakan, selaku masyarakat pihaknya tak lagi percaya terhadap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan daerah. Menurutnya sejak Bupati Abdullah Vanath hingga sampai pada Bupati Abdul Mukti Keliobas gagal membangun ibu kota Hunimua sebagaimana diperintahkan dalam Undang-undang.

 

"Pemerintah daerah jangan pura-pura tuli, jangan 

pura pura bisu dengan kondisi ini, suda cukup kami di tipu dan dibodohi dengan janji pembangunan ibu kota kabupaten Hunimua ini," tegas Arey dalam Orasinya

 

Disamping orasinya yang berapi-api, Arey sempat menegaskan jika Pemerintah Daerah (Pemda) tidak ada gerakan dan langkah kongkrit yang diambil maka pihaknya memastikan inisiatif lain akan dilakukan diluar keinginan pemda berupa membaikot akses bandar udara Kufar di kecamata Tutuk Tolu. Tidak hanya itu, akses ke Ibu Kota Hunimua pun bakal di tutup.

 

"Ingat bandara itu di kufar, jika keluhan kami ini tidak diindahkan maka segala cara akan kami lakukan diluar keinginan kita semua," tegas Arey

 

Hal senada turut disampaikan salah satu orator aksi Dulla Fotty. Dalam orasinya Fotty menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) segera menindaklanjuti pembangunan ibu kota Hunimua, mengingat akses masyarakat pada pesisir dataran itu akan jauh lebih dekat dengan ibu kota Hunimua. Untuk itu Fotty berharap Pemerintah Daerah jangan diam terkait persoalan dimaksud.

 

"Masyarakat kecamatan Ukar Sengan mau ke Hunimua akan dekat, begitupun Kilmury Kiandarat Tutuk Tolu Werinama dan daerah-daerah lain akan jauh lebih mudah menjangkau ke ibu kota Hunimua," tandas Fotty

 

Selang beberapa jam aksi tersebut berlangsung, Wakil Bupati (Wabup) SBT Idris Rumalutur didampingi Sekretaris Daerah Djafar Kwairumaratu menyempatkan waktu menemui para pendemo untuk menanggapi tuntutan aksi mereka.

 

Diketahui aksi tersebut berlangsung pada pukul 09:00 Wit dengan rute aksi Kantor Bupati SBT dan Kantor DPRD. Pantauan HunimuaNews.com para pendemo menggelar aksi dengan membawa sejumlah poster bertuliskan kalimat sindiran terhadap pemerintah daerah.

 

Para pemuda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pembangunan ibu kota Hunimua (FMPPI SBT) itu pun menaruh harapan penuh dengan menyampaikan beberapa poin tuntutan aksi tersebut kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar dalam waktu dekat dapat memberikan kepastian terhadap masyarakat terkait proses pembangunan ibu kota Hunimua. (HN-MR)