Soal Infrastruktur, GMPP SBT Lakukan Aksi Turun Jalan

Soal Infrastruktur, GMPP SBT Lakukan Aksi Turun Jalan

BULA, hunimuanews.com-Merasa di anak tirikan dalam sisi pembangunan infrastruktur di kecamatan Pulau Panjang kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku, membuat sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Pelajar Pulau Panjang (GMPP), terpaksa turun jalan dan berunjuk rasa di depan kantor Bupati Seram Bagian Timur, Kamis (18/03/21).


Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah pemuda dan mahasiswa itu, guna menyuarakan keluhan masyarakat Pulau Panjang kabupaten Seram Bagian Timur soal minimnya infrastruktur di wilayah tersebut.


Rute aksi yang dipimpin oleh Kordinator Lapangan (Korlap), Jakaria Rumodar dan Fardi Rumodar, menempati Kantor Bupati SBT sebagai titik awal aksi, untuk menyampaikan tujuan aksi serta beberapa poin penting yang menjadi tuntutan mereka.


Dijelaskan pendemo dalam tuntutan itu, meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Anggota DPRD SBT segera memperhatikan pembangunan Dermaga Rakyat Kecamatan Pulau Panjang yang mangkrak kurang lebih 8 Tahun. Selain itu mereka mendesak 25 Wakil Rakyat untuk segera menyikapi persoalan itu secara tuntas.


Selain itu 7 Partai Politik yang merekomendasikan Dermaga Kecamatan Pulau Panjang pada  pembahasan APBD Tahun 2020 lalu itu, diminta pertanggung jawabannya oleh MPP Pulau Panjang lewat aksi tersebut.


Dengan tegas mereka mendesak 25 Wakil Rakyat SBT segera mengevaluasi kepala Dinas Perhubungan terkait pembangunan Dermaga Rakyat di Kecamatan Pulau Panjang Pada 2014 silam.


Masa aksipun membanjiri halaman kantor Bupati SBT guna menyampaikan aspirasinya, hingga kemudian diarahkan untuk masuk dan audiens dengan Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas. 


Selain di depan kantor bupati, hal senada pun disampaikan pendemo pada dua titik yang sama sebagai rute sasaran aksi mereka, diantaranya Dinas Perhubungan SBT dan Kantor DPRD SBT.


Mereka pun secara tegas memberikan res waktu kepada dua lembaga eksekutif dan legislatif itu, guna menyikapi persoalan yang terjadi di kecamatan Pulau Panjang yang samapai saat ini masih tertinggal. (HN-MR)