Soal GAKIN, Ini Penjelasan Pejabat Negeri Kota Siri

Soal GAKIN, Ini Penjelasan Pejabat Negeri Kota Siri

BULA, hunimuanews.com-Terkait delapan belas unit rumah, program Rumah Warga Miski (GAKIN) tahun 2019 di Negeri Kota Siri kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), selaku Penjabat Ishak Derlean menjelaskan tentang program tersebut. dirinya mengaku pekerjaan 18 unit rumah GAKIN itu terreliasi namun dikerjakan pada tahun 2020.

 

Ishak Derlean Penjabat Negeri Kotasiri, kecamatan Gorom Timur kepada media ini di kota Bula, Jum'at (02/04/2021) mengatakan, 18 rumah miskin program GAKIN tahun 2019 direalisasi sesuai nama warga yang dipilih langsung oleh BPN di tiga Dusun pada Negeri Kotasiri.

 

Dijelaskan lebih lanjut, pekerjaan 18 unit rumah GAKIN dikerjakan pada tahun 2020 mengingat pekerjaan rehab rumah tersebut membuthkan waktu yang banyak sehingga anggaran program tersebut masuk pada SILPA 2020 dan baru bisa direalisasi pada tersebut.

 

"18 rumah miskin  2019 ini, anggarannya masuk SILPA 2020, sehingga ditahun itu baru bisa dibangun." Jelas Derlean.

 

Dikatakan Pelaksanaan program Gakin tahun 2019 itu, dilaksanakan di tahun 2020 dengan melibatkan masyarakat Negeri Kotasiri, dimana warga yang mendapatkan bantuan harus melibatkan warga lain untuk mengerjakan rumah tersebut.

 

"Jadi yang dapat bantuan rumah saya tegaskan agar tidak bisa mengerjakan rumahnya, mereka harus melibatkan warga lain yag tidak mendapatkan bantuan sehingga ada pemerataan pada program Gakin itu." Ujar Derlean.

 

Selain itu, Lanjut Derlean bahan material program Gakin berupa kayu di belanjaan dari masyarakat Negeri dan selain kayu pihak Negeri juga memfasilitasi masyarakat dari sisi konsumsi dan bahan bakar.

 

"Jadi masyarakat yang punya kayu kita perintahkan mereka kerja, kami juga fasilitasi mereka baik upah, konsumsi dan bahan bakar serta kayu itupun kami bayar, masyarakt hanya tahu kerja." ungkapnya.


Untuk delapan unit rumah miskin yang baru dikerjakan tahun 2021 ini, Derlean menegaskan itu merupakan dana sisa dua puluh persen (20%) tahun 2021 yang masuk pada SILPA. sedangkan anggaran tahun 2021 pihak Negeri melakukan verifikasi APBdes, Posting serta rekomendasi pencairan sehingga anggaran 2021 belum bisa dicairkan.

 

"8 unit rumah itu anggaran sisa 20% tahun 2020 yang masuk SILPA. kalau anggaran 2021 kami belum melakukan Verifikasi, posting dan bahkan belum ada rekomendasi pencairan." Tutup Derlean.(HN-GK)