Soal Banjir, DPRD SBT: Bupati Tak Punya Nyali Ganti Kepala BPBD & Kadis PU

Soal Banjir, DPRD SBT: Bupati Tak Punya Nyali Ganti Kepala BPBD & Kadis PU

BULA, hunimuanews.com-Peristiwa banjir yang melanda kota Bula ibu kota kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) beberapa hari lalu menjadi perhatian publik. 

 

Bagaimana tidak, banjir tersebut mampu merendam puluhan rumah warga serta melumpuhkan aktifitas masyarakat. Namun hal tersebut terkesan tidak ada respon pemerintah daerah (Pemda) melalui dinas terkait untuk menangani kondisi banjir itu. 

 

Berangkat dari masalah tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SBT geram terhadap sikap dua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Usman Keliobas dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang (PUPR) SBT Umar Billahmar. Dimana dua instansi tersebut mempunya fungsi dan peran mengatasi banjir yang terjadi di kabupaten bertajuk ita wotu nusa ini. 

 

"Ini kepala BPBD dan Kadis PU yang hadir pada kesempatan ini mereka ini tidak punya rasa ini melihat kondisi banjir ini. Bupati dan Wakil Bupati juga tidak punya nyali untuk ganti mereka. Seandainya saya yang berada pada posisi pengambilan keputusan, saya ganti mereka," tegas Anggota DRPD SBT umar Gazzam dalam sidang paripurna yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Kamis (6/1/22).

 

Gazzam menandaskan, peristiwa banjir yang terjadi di kota Bula hingga merusak rumah warga itu bukan terjadi pada tahun ini saja. Melainkan kejadian banjir ini sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu hingga saat ini terhitung 7 tahun warga SBT mengalami kondisi tersebut secara berturut-turut. 

 

"Ini bukan hal baru, kejadian banjir ini sudah terjadi sejak tahun 2016 hingga saat ini kurang lebih 7 tahun," ujarnya

 

Dia menjelaskan, kondisi tanggap bencana secara jelas diatur dalam sistem pemerintahan. Namun dengan adanya peristiwa tersebut dirinya menilai Kepala BPBD Usman Keliobas dan Kadis PUPR Umar Billahmar tidak memiliki moral dalam melaksanakan tugasnya. 

 

"Ini jika banjirnya jauh di pelupuk mata ya Iya. Tapi ini didepan mata, tapi tidak ada respon apa-apa, " Sesalnya

 

Hal senada turut ditandaskan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD SBT abdul Aziz Yanlua. Dalam atensinya, Yanlua lebih cenderung meluapkan amarahnya terhadap Bupati dan Wakil Bupati. 

 

Menurutnya, Bupati dan Wabup tidak peka dengan kondisi daerah yang sedang dalam kondisi emergency seperti ini. Dirinya menyentil terhadap keterlambatan pemerintah daerah dalam mengatasi banjir yang terjadi beberapa hari lalu. 

 

"Ini akibat janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati, jika berjanji harus dieksekusi Pak" ujar Yanlua

 

Dikatakan, secara politik tentunya pihaknya menyalahi Bupati dan Wakil Bupati. Sebab hal itu lanjut dia, berawal dari janji-janji politik yang tak kunjung direalisasikan. 

 

"Secara politik tentunya saya menyalahkan Bupati dan Wakil Bupati, bukan pimpinan OPD-nya. Jika pimpinan OPD salah ya ditegur. Tapi ini Bupati dan Wakil Bupati juga diam dan cuek dengan masalah yang dihadapi masyarakat," jelasnya (HN-MR)