SMP Se-SBT Gelar Simulasi AKM Sebagai Pengganti UN-2021

SMP Se-SBT Gelar Simulasi AKM Sebagai Pengganti UN-2021

BULA, hunimuanews.com- Simulasi Asismen Kompetensi Minimum (AKM) tahap satu yang digelar secara nasional oleh semua jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam menunjang kompetensi siswa dalam dunia pendidikan melalui sistem komputer sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) 2021.

 

(AKM) ini dilaksanakan oleh tiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) direncanakan pelaksanaannya sejak tanggal (1-2/12/2020) dengan alasan menyiapkan kompetensi siswa untuk tidak lagi menghadapi ujian nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

Hal ini disampaikan Ali Rumaru selaku Kepala Sekolah SMPN 33 Seram Bagian Timur kepada wartawan saat ditemui di sela-sela berlangsungnya pelaksanaan simulasi AKM. Selasa, (01/12/2020).

 

Rumaru menjeelaskan untuk lebih meningkatkan sumber daya siswa dalam memahami sistem operasi komputer agar lebih aktif, tiap siswa dituntut untuk mengikuti dan memahami tahapan-tahapan kurikulum yang dicanangkan pemerintah secara nasional melalui simulasi Asismen Kompetensi Minimum tahap satu, dua dan tiga yang dilaksanakan oleh tiap Sekolah Menengah Pertama se SBT.

 

" Kegiatan ini katong laksanakan sebagai satu langkah untuk melihat kemampuan dan kompetensi siswa melalui simulasi AKM ini.
Ini merupakan tahap pertama, jika tahap pertama ini kemampuan siswa itu belum mencukupi maka dilanjutkan dengan simulasi tahap kedua dan tiga, hingga katong bisa dapatkan hasil yang maksimal". Ungkap Rumaru

 

Kepala Sekolah SMP 33 SBT ini juga merasa dibatasi dengan Kondisi jaringan internet (Wi-Fi) dan penyediaan komputer yang tidak memadai pada tiap sekolah yang menggelar kegiatan AKM ini, ia berinisiatif mencari solusi lain atas kendala yang dialami, dengan tujuan AKM ini dapat terlaksana dengan baik.

 

" Karna masalah jaringan yang memang kosong ditambah lagi dengan minimnya penyediaan leptop atau komputer di katong pu sekolah, makanya siswa-siswa ini katong arahkan untuk berangkat ke Bula, karna jaringan wifi di bula ini steril dan untuk kebutuhan leptop yang masih kurang kiranya bisa dibijaki, maka insya Allah kegiatan ini juga berjalan dengan lancar". Ucap Rumaru

 

Dalam penjelasannya Rumaru menambahkan, dua sekolah yang menggelar kegiatan AKM ini, diantaranya SMPN 33 SBT dan SMPN 41 SBT. "Delegasi peserta simulasi berjumlah 5 peserta dari tiap sekolah dengan dipandu langsung oleh La Epo operator SMPN 33 SBT dan Bakri Rumuar operator SMP 41 SBT". Tutupnya

 

Untuk di ketahui Satu di antara fokus Asesmen Nasional 2021 adalah mengukur Literasi Membaca dan Numerasi melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). soal yang diujikan di AKM ini bukan sekadar hafalan.

 

AKM ini bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir atau kognitif siswa. Jadi, soal yang disajikan bakal menguji kemampuan berpikir juga mengasah nalar dari teks bacaan dan hitung-hitungan siswa (HN-AMR)