Sikapi Pernyataan Wabup, Insan Pers Duduki Kantor Bupati SBT

Sikapi Pernyataan Wabup, Insan Pers Duduki Kantor Bupati SBT

BULA, hunimuanews.com-Dalam menyikapi pernyataan Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Idris Rumalutur terkait kondisi bencana alam di desa Sabuai dan sejumlah desa lainnya di kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu, membuat para kerja media (Insan Pers) terpaksa menduduki kantor Bupati SBT untuk melakukan aksi unjuk rasa.

 

Diketahui aksi yang dilakukan Senin (23/08/21) itu melibatkan rekan-rekan insan pers, pemerhati lingkungan, dan pemerhati media. Aksi itu diberlakukan sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Wakil Bupati (Wabup) yang dimuat dalam satu media online yang menyebutkan bencana alam di Sabuai kecamatan Siwalalat itu hanya di besar besarkan media.

 

Dalam tuntutan aksi tersebut, Wabup diminta untuk mempertanggung jawabkan pernyataan dimaksud. Tidak hanya itu, Wabup juga didesak untuk mencabut pernyataannya sekaligus melayangkan permohonan maaf secara resmi terhadap para pekerja media (Insan Pers) di maluku secara umum dan lebih khususnya di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

 

"Dan kami meminta kepada Wakil Bupati agar dapat mempertanggung jawabkan pernyataan itu, mencabut pernyataannya sekaligus meminta maaf kepada semua teman teman pers di kabupaten Seram Bagian Timur," tegas salah satu orator aksi Yasin Kelderak

 

Dalam orasinya Yasin menjelaskan, sungguh bencana alam di desa Sabuai dan beberapa desa lainnya di kecamatan Siwalalat itu prinsipnya benar sesuai fakta, hingga hal itu dapat diberitakan oleh beberapa media online dan cetak pasca bencana dimaksud. Lantas dia menyayangkan pernyataan Wabup saat melakukan kunjungan ke kecamatan Siwalalat untuk meninjau kondisi tersebut sedikit menggores kerja kerja jurnalistik dalam hal pemberitaan.

 

Ia menilai, kunjungan Wabup ke wilayah tersebut untuk melakukan peninjauan kondisi bencana itu pada dasarnya tak sama seperti kondisi semula pasca bencana. Dengan demikian Wabup mengeluarkan statement itu dinilai sedikit menyudutkan profesi kerja kerja jurnalistik.

 

Pantaun hunimuanews.com Selang beberapa jam aksi itu berlangsung, Bupati kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas tiba ditempat dan turut mendengarkan penyampain yang disampaikan para pendemo.

 

Usai menyampaikan aspirasi dan tuntutan aksinya, para pendemo langsung diarahkan menemui Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas guna mendengarkan penjelasan Keliobas terkait masalah dimaksud.

 

Dihadapan pendemo selaku kepala daerah Keliobas mengatakan, pernyataan yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Idris Rumalutur di kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu itu tentunya mengatasnamakan Pemerintah Daerah (Pemda). Dengan demikian lanjut Keliobas, selaku Pemerintah Daerah (Pemda) pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ihwal dimaksud.

 

"Selaku pemerintah daerah kami sampaikan permohonan maaf kepada kepada teman-teman media, dan tentunya apa yang disampaikan Wakil Bupati itu mengatasnamakan pemerintah daerah juga," kata Keliobas

 

Keliobas mengaku, perkembangan dan kemajuan kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini pada prinsipnya tidak terlepas dari kontribusi para insan pers yang terus memberitakan informasi daerah ini kepasa publik. Dengan demikian pihaknya berharap mitra kerja antara pemerintah daerah dan insan pers tetap terjalin sebagaimana mestinya. 

 

Diketahui aksi pada kesempatan itu belum menuai hasil maksimal, sebab yang bersangkutan Wakil Bupati (Wabup) Idris Rumalutur pun tidak berada ditempat untuk menanggapi tuntutan para pendemo. Ketidakhadiran Wabup itu dengan alasan keluar daerah dengan melaksanakan tugas yang diembankan Bupati Abdul Mukti Keliobas.

 

Dalam sela sela aksi itu, para pendemo secara bersamaan meletakkan Idcart identitas pers dan semua perabot aksi di depan pintu masuk kantor Bupati SBT, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah melalui pernyataan Wakil Bupati (Wabup) yang dinilai menyinggung profesi mereka sebagai wartawan di kabupaten Seram Bagian Timur. (HN-MR