Sensasi Panorma Pantai Gumumae

Sensasi Panorma Pantai Gumumae

Pantai Gumumae di kecamatan Bula kabupaten Seram Bagian Timur, salah satu tempat wisata ini menyuguhkan panorama yang indah dan nyaman. Pantai yang pernah dijadikan garis Start lomba balap Sepeda Internasional, Tour de Mollvcas ini nyaris tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur.

 

Catatan : Gaulabun Hasan Rumbouw (Jurnalis Hunimuanews.com)

 

Pepohonan berjejer, pasir putiih terhampar seperti permadani raksasa serta hembusan angin yang sepoi, membuat suasana di pantai Gumumae pada, Minggu (21/10) terasa sejuk nyaman. Sementara dari langit kota Bula, sinar Matahari yang sesekali dihalangi awan, membuat panorma terasa semakin permai.

 

Baru sekira 30 menit yang lalu saya berada di pantai Gumumae, tapi rasa penat setelah menjalani rutinitas dalam satu Minggu terakhir ini berangsur hilang karena merasakan sensasi di pantai ini. 

 

Saya bukan orang pertama yang tiba di pantai Gumumae pada hari ini. Sudah ada banyak orang yang lebih dulu menikmati keindahan panorma di sini. Mereka, diantaranya memilih duduk santai di pasir putih. Sementara yang lain memlih Gazebo yang berjejer di bawah pepohonan untuk menghabiskan waktu libur mereka.

 

Setelah merebahkan badan sejenak di atas hamparan pasir putih, saya yang sedari tadi telah tergoda untuk mengabadikan momen ini pun beranjak, berjalan menyusuri pantai sambil menjepret setiap sudut pantai ini. Tak lupa, para pengunjung yang sedang larut dalam keindahan alam di sini juga menjadi sasaran camera saya.

 

Para pengunjung, umumnya datang berkelompk, bersama orang-orang dekat, Oarng tua, remaja dan anak-anak, datang untuk menikmati hari libur ini  secara “berjamaah” sambil berwisata di yang pantai letaknya sekira 2 kilometer dari kota Bula, ibu kota kabupaten Seram Bagian Timur.  

 

“Saya datang bersama tema-teman. Kami senagaj ke sini karena tempat ini indah dan sejuk. Pokoknya asyik, apalagi berama-ramai begini,” ungkap Juma, salah satu anak muda yang sedang bersama teman-temanya di salah satu Gazebo sambil bernyanyi diringi petikan Gitar..

 

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14:00 WIIT. Sudah dua jam lebih saya berada di pantai yang menjadi salah satu sumber pedapatan bagi kabupaten SBT ini. Tapi, belum puas. Apalagi, hari semakin sore pengunjung terus bertambah. Semakin ramai.

 

Perlahan, matahari mendekati tempat peraduannya, suasana kian sejuk. Hembusan angin semakin membuat nyaman. Rasa penat pun berganti rasa rileks dan puas. (***)