Selama Pandemi Stok Pangan di SBT Normal

Selama Pandemi Stok Pangan di SBT Normal

BULA, hunimuanews.com- Selama dalam masa pandemi Covid-19 sejak beberapa tahun terakhir, ketersediaan bahan pangan masyarakat di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tetap normal. Penyediaan pasokan bahan pangan diketahui bersumber dari hasil produksi lokal masyarakat kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sendiri, dan juga tersedia berupa diimpor dari luar daerah.

 

"Jadi dalam masa pandemi, alhamdulillah kita masyarakat SBT masih tetap dalam posisi aman dari ketersediaan bahan pangan. Artinya pasokan makanan ini ada yang diproduksi sendiri oleh masyarakat dan ada juga yang di impor dari luar daerah," ujar Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Mirna Wati Derlean kepada Wartawan di ruang kerjanya Jumat, (27/21).

 

Dijelaskan, penyediaan bahan pangan berupa beras dan bahan pokok lainya dalam masa pandemi ini terlihat stabil saja sebab pihaknya terus memantau perkembangan tersebut dalam kurun waktu tertentu.

 

"Jadi dalam kondisi ini penyediaan bahan makanan itu tetap bertahan, kita pantau setiap tiga bulan berjalan dalam setahun hingga saat ini katong masih dalam kondisi aman," ujarnya

 

Sementara kata Mirna, pangan lokal yang tersedia di daerah dalam masa transisi pandemi Covid-19 ini, sebetulnya masyarakat memiliki peluang dan potensi dalam menunjang energi karbohidrat sebab memiliki manfaat utama sebagai sumber energi agar tubuh mampu menjalankan berbagai fungsinya, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

 

"Pangan lokal kita juga sebenarnya sangat mempunyai peluang besar untuk mengisi atau menutupi energi karbohidrat masyarakat dalam masa pandemi ini," terangnya

 

Selain itu Mirna mengaku, berkaitan dengan pangan lokal daerah yang mengandung protein kurang diminati atau dikonsumsi masyarakat. Hal tersebut kata dia, hingga kini sering terjadi dan ditemui dilingkungan masyarakat, padahal endingnya pangan lokal daerah yang memiliki energi tersebut wajib dikonsumsi masyarakat semasa pandemi ini berlangsung

 

Dalam menyikapi kendala-kendala itu, Lanjut Mirna pihaknya terus melakukan sosialisasi di setiap desa dan kecamatan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pangan lokal daerah yang telah tersedia maupun diproduksi masyarakat.

 

"Apalagi dalam masa pandemi ini, makanan seperti itu harus dikonsumsi mulai dari bayi balita ibu hamil hingga lansia wajib mengkonsumsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan kita sendiri,"jelasnya

 

Melalui sosialisasi yang tengah dilakukan dalam masa pandemi untuk memastikan penyedian bahan pangan dan cara mengkonsumsinya. Dikatakan semua desa dari 15 kecamatan di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) belum terjangkau secara total. Namun pihaknya berupaya semaksimalnya untuk melakukan pengecekan terutama pada wilayah maupun desa yang ditetapkan sebagai lokus stunting untuk diberi penguatan, bantuan dan pembinaan mengkonsumsi bahan makanan dari yang telah disediakan.

 

"Sedikit kesulitan itu hanya ada pada kecamatan dan desa yang memang belum terjangkau secara keseluruhan, tapi untuk saat ini kami lebih fokus pada desa atau titik yang boleh dibilang rawan contoh seperti lokus stunting, nah ini peran kami disana untuk mengatasi itu dari penyediaan pangan dan makanan yang dikonsumsi masyarakat," terangnya. (HN-MR