SD Al-Hilaal Effa SBT, Dipalang Warga

SD Al-Hilaal Effa SBT, Dipalang Warga

WAKATE, hunimuanews.com-Sejumlah warga masyarakat desa Effa kecamatan Wakate melakukan aksi pemalangan terhadap salah satu sekolah dasar (SD Al- Hilaal Effa) di desa Effa kecamatan Wakate kabupaten seram bagian timur (SBT).

 

Diketahui aksi pemalangan itu terjadi tepat pada Jumat 29 Januari, akibat kepala sekolah beserta guru guru meninggalkan sekolah itu kurang lebih dua bulan hingga menyebabkan aktifitas belajar mengajar pada sekolah tersebut mandek total. Hal itu di sampaikan salah satu pemuda desa Effa kecamatan Wakate Theny Rumakefing melalui via mesengger kepada media ini. Kamis Malam,(29/01/21) di Bula.

 

Menurutnya, kondisi sekolah yang konon tidak terlihat proses belajar mengajar kurang lebih dua bulan itu membuat orang tua murid setempat resah dengan kondisi yang terjadi, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keberlangsungan pelayanan pendidikan terhadap anak anak mereka pada sekola tersebut.

 

" Selaku anak negeri tentunya Katong butuh pendidikan yang layak dalam hal pelayanan, sebab katong pu ade Ade yang masih banya sekola tentunya dong sangat membutuhkan itu". ucap Rumakefing

 

Selain itu, menurut Rumakefing ia telah melakukan koordinasi dengan kepala sekola (Kepsek) SD AL-Hillal Effa dalam mempertanyakan persoalan dimaksud, namun penjelasan kepala sekolah terdengar singkat, dengan alasan mereka meninggalkan sekolah itu dengan tujuan menyelesaikan administrasi sekolah di Bula.

 

"Beta suda komunikasi dengan ibu kepala sekolah, lalu penjelasan beliau kalau keberangkatan dorang ke Bula itu untuk dong urus administrasi". Pungkasnya

 

Lanjut, sejalan dengan persoalan dimaksud dirinya sesal terhadap beberapa nasip guru honorer yang tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku tenaga pendidik pada sekola tersebut, dikarenakan upah (gaji) mereka selama dua bulan terhitung sejak Oktober hingga November 2020 lalu tidak diberikan oleh pihak sekolah, yang pada akhirnya para guru honorer itu tidak mau melanjutkan tugasnya lagi.

 

Diakhir penjelasnya, ia berharap
ini menjadi catatan penting untuk dinas terkait untuk segera mengevalusi sekaligus memberi warning kepada kepala sekolah guru dan kepala UPTD kecamatan Wakate kabupaten seram bagian timur atas masalah yang terjadi. (HN-amr)