Retribusi Lancar, Tapi Pantai Gumumae “Badaki”

Retribusi Lancar, Tapi Pantai Gumumae “Badaki”

BULA, hunimuanews.com - Pantai Gumumae, salah satu spot wisata andalan di kabupaten Seram Bagian Timur ini miskin perhatian. Lingkungannya kotor, sampah berserakan. Pengunjung pun merasa risih. Padahal, pantai ini turut menyumbang pendapatan bagi daerah.

 

Kondisi tersebut memantik kritik Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM) wilayah kabupaten SBT. Kinerja dinas Pariwisata perlu dievaluasi.

 

Ketua LKLM wilayah kabupaten SBT, Abdul Samad Rumbalifar kepada Hunimuanews.com mengatakan, saat berkunjung di pantai Gumumae pada beberapa hari lalu, ia melihat kondisi lingkungan pantai itu memprihatinkan.

 

“Ada banyak sampah. Bahkan, ada pecahan botol bekas minuman keras yang dapat berbahaya bagi pengunjung,”bebernya, Minggu (22/7).

 

Lanjut Rumbalifar, sebagai salah satu destinasi wisata, mestinya lingkungan pantai Gumumae dijaga dengan baik, agar selalu bersih dan nyaman saat dikunjungi. Bukan malah membuat pengunjung merasa risih. Bahkan harus berhati-hati lantaran ada pecahan botol yang mengancam keselamatan mereka.

 

Padahal, telah diberlakukan retribusi. Para wisatawan harus merogoh kocek, membayar “tiket masuk” dengan jumlah sesuai yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Dinas Pariwisata jangan hanya fokus menarik retribusi dari pengunjung. Tapi kondisi lingkungan juga perlu dijaga.

 

“Pengunjung berkewajiban membayar retribusui dan berhak mendapat pelayanan yang baik, terutama kondisi lingkungan yang bersih, aman dan nyaman,”ujarnya.

 

Berdasarkan data yang diperoleh Hunimuanews.com, setiap pengunjung pantai Gumumae dikenakan tarif  masuk. Pengunjung yang menggunakan sepeda motor dikenakan tarif Rp5 ribu per sepeda motor. Sementara pengunjung yang menggunakan mobil dikenakan tarif masuk Rp10 ribu per mobil.

 

Selain itu, tarif per orang juga diberlakukan bila jumlah pengujung yang menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat lebih dari satu orang. Setiap orang atau penumpang dikenakan tarif sebesar Rp2000.

 

Menyikapi kondisi tersebut, kata Rumbalifar pihaknya akan menemui dinas Pariwisata untuk mempertanyakan pengelolaan pantai Gumumae.

 

“Kami akan surati Dinas Pariwisata untuk audensi. Kami juga berkepentingan mewujudkan lingkungan panta Gumuame yang bersih,”katanya.

 

Selain masalah kebersihan lingkungan, pihaknya juga berharap pemerintah daerah memaksimalkan pengamanan dengan menempatkan personil  Personil Satuan Pamong Praja di pantai itu.(MB)