Rekrutmen Taruna Akpol 2021, Muhammadiyah Maluku Minta Putra Daerah Diperioritaskan

Rekrutmen Taruna Akpol 2021, Muhammadiyah Maluku Minta Putra Daerah Diperioritaskan

AMBON, hunimuanews.com-Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muhammdiyah Maluku meminta agar putra daerah asal Maluku di perioritaskan dalam rekrutmen Taruna Akpol Tahun 2021 yang dibuka melalui pendaftaran sejak 19 Maret lalu hingga saat ini.

 

Melalui rekrutmen tersebut dikabarkan terdapat dua belas calon Taruna Akpol yang lulus. Kemudia kelulusan tersebut akan ditetapkan oleh panitia daerah melalui sidang kelulusan.

 

"Walaupun kami tahu rekutmen ini menerapkan sistem terbuka dengan menganut asas Pancasila dan Bineka Tunggal Ika, namun kami selaku Pemuda Muhammdiyah Maluku berharap Kepada panitia Daerah agar adanya keterwakilan dari anak asli orang Maluku yang mewakil Provinisinya dalam seleksi tahap Akhir Di Pusat, "kata Wakil Sekretaris Bidang Hikmah, Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah Maluku, Baneli Kotarumalos kepada Media ini melalui rilisan WhatsApp, Selasa (15/6/21).

 

Baneli menjelaskan, pemuda Muhammadiyah Maluku berharap bahwa ini bukan hanya harapan Muhammadiyah saja terkait rekrutmen dimaksud, melainkan ini adalah harapan dari seluruh masyarakat Maluku terhadap rekrutmen Calon Taruna Akpol 2021. 

 

Selain itu Baneli mengaku, setelah pemuda Muhammadiyah Maluku melakukan observasi dilapangan, terdapat informasi beberapa calon Taruna Akpol yang diketahui bukan penduduk asli Maluku yang lahir atau sekolah maupun tinggal di Maluku. Sembari berikhtiar hal tersebut jangan sampai berpengaruh untuk seleksi tahapan akhir yang dapat mengurangi kuota serta mengugurkan anak asli Maluku yang potensialnya ingin mengabdi pada korps Banyangkara itu.

 

"Kami juga meminta kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku sebagai Wakil pemerintah pusat di Daerah Dan DPRD Maluku untuk dapat mengawasi dan Mengawal proses ini.

 

Wakil Sekretaris KNPI Maluku itu juga meminta perhatian serius dari semua stacholder daerah agar tetap mengawasi proses tersebut. Menurutnya hal ini adalah bagian dari aspirasi rakyat Maluku yang mereka suarakan. 

 

Disisi lain pria berdarah Ita Wotu Nusa ini meminta kepada para Bupati dan Walikota agar dapat melakukan evaluasi terhadap jajarannya agar lebih selektif dalam memberikan indentitas kependudukan kepada siapa saja yang datang ke Maluku. 

 

"Bukan berarti kami menolak saudara- saudara kami dari luar tetapi kalau hanya datang untuk mengikuti tes tes seperti ini lalu tidak menetap di Maluku, maka tentunya kami sangat menyayangkan sekali soa itu," tandasnya (HN-MR)