Protes Palang, Dinas PU SBT : Kuasa Hukum Tidak Bisa Sewena-Wena

Protes Palang, Dinas PU SBT : Kuasa Hukum Tidak Bisa Sewena-Wena

BULA, hunimuanews.com -Paska di lakukan pemasangan Papan Larangan (Palang) oleh Saadia Rumui dan kuasa hukumnya terhadap proyek pembangunan jembatan wailola besar di desa Limumir, kecamatan Bula kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kamis siang (22/04/2021), menuai protes dan adu mulut oleh sejumlah staf dinas Pekerjaan Umum (PU) SBT yang turun ke lokasi

 

Layangan protes itu di sampaikan Malik Lausiry dan Hendra Patty selaku staf dinas pekerjaan umum kabupaten SBT di saat Saadia Rumui dan kuasa hukumnya Irwan Mansur memasang Papan Larangn (Palang) di lokasi pekerjaan jembatan Wailola besar.

 

Dari pantauan media di lapangan staf dinas PU Hendra Patty dan Malik Lausiry bersama dengan kadis PU Umar Billahmar yang hadir guna membicarakan masalah yang maksud.

 

Sebagai Staf Malik dan Hendra yang bertugas mendampinggi pimpinan PU itu sekaligus mengawal pekerjaan tersebut terlihat memprotes saat melihat papan larangan yang sudah di tanam dan dicor oleh pemilik lahan dan kuasa hukumnya.

 

"yang pantas pasang papan larangan pada proyek ini adalah pengadilan, kuasa hukum tidak bisa semena-mena melakukan kaya begitu" ucap Malik

 

Tidak sampe di situ, malik membawah senjumlah dokumen yang menurutnya secara hukum proses kepemilikan tanah sudah di selesaikan

 

"Ini tanah sudah di beli, pengacara ini kalau mau komen harus punya dasar hukum, ini cuman kucing dalam karung saja" tegasnya

 

Sebelumnya, kuasa hukum dari Saadia Rumui yakni Irwan Mansyur mengaku telah melihat proses jual beli lahan tersebut dengan ukuran yang telah di sepakati bersam antara si pemilk lahan dan PPK.

 

"Pada realitanya pembangunan jembatan tersebut masuk dalam lahan pemilik yang awalnya tidak dibahas dalam surat jual beli tersebut. Ucap Irwan. ( HN - MR )