Pra Peradilan Mantan Bupati Seram Bagian Barat Jakobus Fredik, Dikabulkan PN Ambon

Pra Peradilan Mantan Bupati Seram Bagian Barat Jakobus Fredik, Dikabulkan PN Ambon
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan sebagian permohonan pra peradilan yang diajukan mantan Bupati Seram Bagian Barat, Jakobus Fredik Puttileihalat terhadap Kapolri Cq Kapolda Maluku Cq Direskrimsus Polda setempat.

"Mengabulkan permohonan pra peradilan untuk sebagian dan menyatakan penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon tidak sah menurut hukum," kata hakim tunggal PN setempat, Esau Yarisetou di Ambon, Jumat.

Pengajuan permohonan pra perdailan dilakukan Jakobus terhadap Kapolda Maluku terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik dalam kasus dugaan korupsi belanja barang dan jasa di lingkup Sekretaris Daerah Kabupaten SBB tahun anggaran 2015.

Pemohon melalui tim penasihat hukumnya Anthoni Hatane dan kawan- kawan merasa proses penetapan tersangka oleh termohon tidak melalui mekanisme yang diatur dalam KUHAP.

Dikabulkannya sebagian permohonan pemohonan berdasarkan fakta-fakta persidangan, mulai dari pengajuan bukti-bukti surat yang diajukan kedua pihak, keterangan saksi, maupun ahli.


"Para saksi menjelaskan dalam persidangan bahwa mereka tidak pernah dimintai keterangan sebagai saksi atas diri pemohon," kata hakim.

Karena surat panggilan atau pun surat penetapan sebagai tersangka seharusnya diterima dan ditandatangani oleh pemohon atau keluarganya.

Sebelumnya penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku menyatakan penetapan pemohon sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana iklan dan publikasi tahun 2014 adalah sah dan tidak cacat hukum.

Sesuai analisa yang dilakukan termohon atas petunjuk JPU Kejati Maluku maka dilakukan penyidikan tambahan pada tanggal tanggal 2 November 2017, maka dengan dilakukan gelar perkara setelah termohon melengkapi alat bukti.

Untuk kepentingan penyidikan, termohon telah menerbitkan surat perintah tugas dan sesuai dengan SPDP Nomor SPDP/20/XI/2017/ Ditreskrimsus tertanggal 15 November 2017.

Setelah dilakukan gelar perkara 23 November 2017, telah diperoleh lebih dari dua alat bukti yang sah berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk, maka status Bob sebagai saksi ditingkatkan menjadi tersangka pada 24 November.

Pada 28 November Jacobus dipanggil untuk diperiksa dan keterangannya tertuang dalam BAP tertanggal 30 November 2017.