Pemerintah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BULA, hunimuanews.com-Pemerintah terus meningkatkan kualitas pelayana kepada masyarakat. Upaya tersebut, diantaranya dilakukan dengan lebih mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

 

Hal tersebut terungkap melalui sambutan tertulis Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2018 di kota Bula, Senin (12/11).  

 

Ditegaskan, guna mendekatkan akses pelayanan kesehatan meIalui perlindungan financial, pemerintah telah membayar iuran bagi penerima bantuan luran (PIB) dengan meningakatkna jumlah peserta dari 87,8 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 92,3 juta jiwa.

 

“Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima layanan JKN dari 19.969 tahun 2015 menjadi 21.763 pada tahun 2017. Untuk fasilitas tingkat lanjutan juga mengalami peningkatan dari 1.847 faskes pada tahun 2015 menjadi 2.292 pada tahun 2017,”sebutnya.

 

Selian itu, pemerintah juga terus berupaya memenuni  sumber daya manusia Kesehatan, guna memenuhi akses pelayanan kesehatan, khususnya di daerah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

 

“Hngga tahun 2017, pemerintah telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesdialis (WKDS) serta penugasan khusus calon dokter spesialis,”katanya. 

 

Ditambahkan, pada tahun 2017, pemerintah meningkatkan mutu layanan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pada fasilitas tingkat pertama, yakni sebanyak 375 rehabilitasi Puskesmas, 35 pembangunan Gedung, 750 pembangunan baru Puskesmas, 34 Unit Puskesmas keliling perairan, 537 Unit Puskesmas keliling roda empat.

 

Lanjutanya, ada openyediaan 1.650 Unit Ambulance 86 Unit peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas. 

 

“Peringatan HKN ke-54 ini sebagai momentum yang baik untuk mengingatkan kita bahwa, derajat kesehatan masyarakat yang tinggi akan terwujud, apabila semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan promotif, preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif,”ujarnya.(GR)