Pasca PUS, Waka Komisi C DPRD SBT Kunjungi SD Se-Kec. SWT

Pasca PUS, Waka Komisi C DPRD SBT Kunjungi SD Se-Kec. SWT

BULA, hunimuanews.com- Wakil ketua Komisi C DPRD SBT Samad Rumakabis didampingi Camat Mukti Kelrey, Kepala UPTD, Denramil, dan sejumlah dewan guru lainnya, untuk mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Se-kecamatan Sirittaun Wida Timur (SWT) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam rangka menyaksikan jalannya Ujian Sekolah Senin, (22/03/21).


Kunjungan itu berlangsung saat Rumakabis usai meresmikan pembukaan Ujian Sekolah yang digelar di pelataran SDN 1 Sirittaun Wida Timur Negeri Administarif Suru.


Rumakabis dalam kunjungan itu mendatangi sejumlah Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Sirittaun Wida Timur, guna melihat secara langsung proses jalannya Ujian yang dilaksanakan di beberapa sekolah tersebut.


Selain menyaksikan jalannya ujian, tak lupa ia memberi motivasi dan dukungan kepada seluruh siswa yang mengikuti ujian dimaksud, serta mengecek segala bentuk kekurangan pada peserta ujian yang berkaitan langsung dengan kondisi tersebut.


"Seng ada yang sulit, soal ujian ini gampang saja, tinggal bagaiman anak- anak sekalin bisa berkonsentrasi dengn baik dalam menyelesaikan ujian ini" ucapnya dengan wajah senyum dihadapan para peserta ujian.


Melalui kunjungan itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sempat bersua ke salah satu sekolah menengah atas Madrasah Alia LKMD Sirittaun Suru, kecamatan Sirittaun Wida Timur, yang diketahui sekolah tersebut melaksanakan Ujian yang sama, namun teknik pelaksanaan ujiannya berbeda dengan tingkat sekolah dasar (SD).


Diketahui para peserta ujian  MA LKMD Sirittaun Suru, mengerjakan soal ujian itu dengan menggunakan Hp Android yang merupakan satu regulasi baru yang dikenal dengan Ujian Berbais Android (UBA)


Sejalan dengan hal itu, Wakil Rakyat ini langsung menyikapi kondisi tersebut dengan mengatakan, akan mengalokasikan sebagian aspirasinya di tahun 2022 mendatang, dalam bentuk satu unit komputer, agar kedepan siswa tidak lagi dituntut menggunakan Hp android dalam mengerjakan soal ujian.


Ia beranggapan tuntutan ini tidak semua orang tua walid murid mampu memenuhi hal tersebut, akibat faktor ekonominya yang masih lemah. 


"Insya Allah 2022 Sekolah ini bakal memperoleh 15 buah komputer, ini beta bijaki sebagai langkah antisipasi, sebab beta tahu jika ujian berbasis android seperti ini, maka suda barang tentu semua siswa menuntut kepada orang tua untuk dibelikan HP Android yang diketahui harganya lumayan mahal, katakanlah jutaan rupiah ini semua orang tidak mampu" Pungkasnya. (HN-MR)