Pasar Tradisional Bula Diwarnai Masalah

Pasar Tradisional Bula Diwarnai Masalah


BULA, Hunimuanews.com—Pasar Tradisional Bula,  Rabu (15/2) warnai masalah. Sejumlah pedagang saling protes.  Hal ini antara lain akibat surat izin dari pemerintah daerah.


Pantauan Hunimuanews.com, aksi saling protes sesama pedagang ini dimulai sejak sekira pukul 08 : 30 Wit. Sejumlah pedagang  sayur bahkan memutuskan untuk  menjajakan dagangan mereka di tengah jalan umum. Akibatnya arus transportasi di depan pasar  Tradisional Bula sempat terganggu. Puluhan anggota Satuan Polisi Pamaong Praja pun diturunkan.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, aksi saling protes tersebut dilatari ketidakpuasan  pedagang sayur yang berjualan di dalam pasar terhadap para pedaganag sayur dan cabe yang berjualan di luar pasar atau  di pinggir jalan umum.


Hal tersebut membuat para pedagang sayur yang berjualan  di dalam pasar,  kekurangn pembeli. Apalagi, harga sayur  yang dijual oleh pedangan di luar pasar lebih murah dari  harga sayur milik mereka yang berjualan di dalam pasar.

 

Diketahui, aktivitas para pedagang di luar pasar tersebut karena mereka mendapat surat izin dari dinas Perikanan kabupaten Seram Bagian Timur. Hal ini karena lokasi yang mereka tempati merupakan tanah milik dinas Perikanan. Namun, terkait maksud surat ijin tersebut  belum terkonfirmasi.

 

Sejumlah pejabat dan staf  dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten SBT terlihat datang menyelesaikan masalah tersebut. Berupaya agar mereka yang berjualan di luar pasar pindah ke dalam area pasar. (HN - MB)