Pasar Rakyat Kec. SWT-SBT Tak Difungsikan

Pasar Rakyat Kec. SWT-SBT Tak Difungsikan

BULA, hunimuanews.com- Pasar rakyat yang dibangun sejak 2015 silam di kecamatan Sirittaun Wida Timur (SWT) kabupten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku hingga saat ini rusak terabaikan, akibat tidak terfungsikan


Diketahui proyek yang dibiarkan berdiri tanpa adanya aktifitas jual beli itu kurang lebih 7 tahun hingga secara perlahan bangunan itupun mengalami kerusakan secara sendirinya.


"Katong seng bisa liat akang pu bangunan lae rumpu dan pohon pohon basar su tumbu keliling akang samua paling badaki ee" Ungkap salah satu warga Desa Keta Rumadan kecamatan Sirittaun Wida Timur, Ahmad Rumbouw kepada media ini Senin,(15/03/21) disertai bukti fisik atas kerusakan bangunan itu.


Mirisnya, bangunan yang dikerjakan dengan menggunakan uang daerah itu terkesan sia-sia usai dikerjakan, namun dibiarkan begitu saja hingga bertahun-tahun, bangunan itupun kini dijadikan sebagai tempat peristirahatan binatang buas.


Menurut keterangan sejumlah warga setempat yang berusaha meninjau lokasi bangunan itu, terasa sulit akibat rumput serta dikelilingi semak semak yang tumbuh hingga melebihi ketinggian bangunannya. Selain itu kerusakan lainnya pada plafon dan retakan pada dinding bangunan.


Kendati demikian menurut Rumbouw, warga setempat merasa sesal atas lokasi tanah yang dihibah oleh warga setempat untuk pembangunan pasar rakyat itu, namun pada kenyataannya pasar itupun tidak dapat digunakan warga setempat sebagai akses jual beli.

 

"Tentunya katong rasa dirugikan, karna tanah ini katong su hibah akang cuma-cuma untuk pembangunan ini, tapi hasilnya katong susah". Bebernya


Selain itu Camat Sirittaun Wida Timur juga dinilai acuh dengan kondisi bangunan yang ada pada wilayah kekuasaannya itu, dimana hal tersebut berpengaruh buruk terhadap perputaran ekonomi masyarakat di wilayah itu.

 

"Camat kelihatan cuek lae dengan kondisi ini seng ada punya link komuniksi ke pemerintah daerah untuk penanganan kondisi bangunan ini". Sesalnya.


Dengan demikian warga setempat desak pemerintah daerah melalui dinas terkait guna menyikapi persoalan mangkraknya pasar rakyat yang berpusat di kota kecamatan Sirittaun Wida Timur. (HN-MR)