NR Datang, Kerinduan Warga pun Terobati

NR Datang, Kerinduan Warga pun Terobati

Selasa (28/8) menjadi salah satu hari bersejarah bagi warga sejumlah negeri kecamatan Kiandarat kabupaten Seram Bagian Timur. Hari ini, untuk pertama kalinya mereka dikunjungi secara resmi oleh anggota DPRD kabupaten SBT melalui agenda Reses.

 

CATATAN :Redaksi Hunimuanews.com

 

Sejak sekira pukul 09 : 00 WIT, satu per satu warga dari sejumlah negeri yakni negeri Administratif Angar, negeri Administratif Artafela dan negeri Kian kecamatan Kiandarat mulai memadati tenda Sabuah yang didirikan di negeri Kian dalam rangka Reses angota DPRD kabupaten SBT, Nuzul Rumain.  

 

Wajah warga  tampak Sumringah. Mereka menyambut gembira kunjungan anggota komisi A DPRD kabupaten SBT itu. Forum pertemuan yang dipandu oleh salah satu tokoh pemuda, Jufri Rumadaul tersebut pun menjadi arena lepas rindu, kerinduan warga untuk dikunjungi wakil mereka di Parlemen kabupaten SBT, guna mendengarkan aspirasi mereka secara langsung melalu agenda Reses.

 

“Ini adalah Reses pertama anggota DPRD SBT di negeri kami. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada pak Nuzul Rumain,”ungkap Jufri Rumadaul, disambut tepuk tangan para warga.

 

Tak menunggu lama, setelah mendengarkan pengantar dari anggota DPRD, Nuzul Rumain tentang tujuan reses serta masalah pemerintahan dan pembangunan. Dan, setelah diberikan kesempatan oleh sang pemandu forum itu, beberapa tokoh yang hadir pun mengancungkan tangan, ingin menyampaikan aspirasi tentang sejumlah masalah.

 

Dengan ekspresi semangat, satu persatu dari para tokoh tersebut pun berbicara, menyampaikan apa yang perlu dipejuangkan oleh wakil rakyat kepada pemerintah daerah, diantaranya  masalah pendidikan, pemerintahan desa, pembangunan ekonomi rakyat hingga pembangunan infrastruktur.

 

Masalah pendidikan, misalnya masih ada sekolah yang kekurangan fasilitas, sehingga perlu dipenuhi guna menunjang proses belajar dan mengajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

 

“Ada katong (kita) punya sekolah di sini banyak kekuarangan, plafonnya sudah rusak, anak-anak duduk juga susah. Bagaimana katong pung pendidikan bisa maju. Tapi, pak sepertinya katong pung orang (wakil rakyat –red) seng (tidak) ada. Lalu kira-kira kami mau sampaikan kepada siapa.”sentil salah satu tokoh.

 

Masaah lainnya adalah legalitas ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa/Negeri di sejumlah negeri yang belum mengantongi dasar hukum berupa Surat Keputusan, sehingga mereka belum dapat bekerja maksimal.

 

Setelah mendengarkan semua aspirasi warga tersebut, anggota DPRD, Nuzul Rumain mengatakan, ia akan berupaya memperjuangkannya, sehingga ada perhatian serius pemerintah daerah terhadap berbagai masalah yang dihadapi warga.

 

“Saya akan tampung sebagai laporan reses. Dan saat rapat dengan pemerintah daerah nanti, saya akan menyampaikan bahwa ini adalah aspirasi masyarakat Kian, Angar dan Artafela, supaya diperhatikan,”ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

 

Pada kesempatan tersebut, Nuzul Rumain akrab disapa NR ini, mengungkapkan, bila lebih mempertimbankan kepentingkan politik maka sangat mungkin dirinya tidak melakukan reses di negeri Kian.

 

“Saat pemilihan, saya hanya dapat satu suara di sini. Tapi bukan itu yang saya pertimbangkan. Saya hadir di sini karena saya adalah anggota DPRD kabupaten SBT. Dan bapak/ibu adalah bagian dari masyarakat SBT, sehingga saya harus juga Reses di sini untuk menyerap aspirasi dari bapak/ibu,”ungkap Rumain.

 

Lebih lanjut Rumain yang merupakan anggota komisi A DPRD kabupaten SBT ini juga memberikan penjelasan tentang prosedur pengelolaan pemerintahan desa dan kedudukan serta tugas dan fungsi aparat desa serta BPB/Negeri dan kepala desa beserta perangkatnya.

 

Ia mengingatkan para aparatur desa agar menjalan tugas dan fungsi secara baik, agar roda pemerintahan dan pembangunan di tingkat negeri dapat berlangsung lancar dan sukses.

 

Rumain juga mengingatkan para aparatur pemerintah desa serta warga untuk maksimal dalam mengelola dana desa. Dana yang dikucurkan pemerintah pusat tersebut perlu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Saya juga berharap, jangan ada masalah di masyarakat. Semua harus bersatu untuk bangun negeri,”ujarnya.(***)