Nelangsa di Waigondal

Nelangsa di Waigondal

 

Catatan Redaksi Hunimuanews.com

Hujan baru saja reda, Matahari di atas langit kota Bula kabupaten Seram Bagian Timur pun belum tampak karena tertutup awan. Sehingga, meski jarum jam baru menunjukkan pukul 14 : 30 Wit, namun alam terlihat tidak terang seperti biasanya.

 

Ruslan Rumasukun, warga dusun Waigondal desa Bula kecamaan Bula kabupaten SBT ini perlahan turun ke dalam sungai, tepat di belakang rumahnya. Ia lalu menata beberapa Karung berisi pasir di dalam Sungai tersebut.

 

Karung – karung berisi pasir tersebut ia letakkan di dalam Sungai, agar melindungi rumahnya dari terjangan banjir dan bahaya longsor saat hujan deras.

 

Kawasan ini memang tergolong menjadi langgaran banjir. Setiap hujan deras, Sungai tersebut tidak menampung air hujan sehingga meluap, lalu meluber ke rumah warga yang tinggal di bantaran Sungai.

 

Tak ayal, tanah di belakang rumah warga itu pun mengalami erosi. Perlahan, mengancam rumah warga. Tidak terkecuali rumah milik Ruslan yang nyaris ambruk.  Sebagian pondasi dapur rumahnya pun harus ia  perkbaiki  karena telah rusak diterjang banjir dan akibat erosi tanah.

 

Ruslan dan isteri serta kedua anaknya pun hidup dalam ancaman banjir dan longsor. Setiap hujan deras, mereka harus waspada. Bahkan harus meninggalkan rumah mereka hingga hujan reda untuk mencari tempat yang lebih aman.

 

Kondisi ini sudah tersiar. Baik melalui media massa maupun media sosial hingga dari mulut ke mulut, tapi perhatian pemerintah tak kunjung ada. Ruslan dan keluarganya serta sejumlah warga sekitar pun masih harus bersabar.

 

Tidak kehilangan akal, Ruslan mencoba menambah pengaman di dalam sungai menggunakan Bronjong. Ini ia lakukan secara swadaya.

 

Kendati usaha itu tidak sepenuhnya melindungi rumahnya dari ancaman banjir dan longsor, namun bagi pria muda ini, bila tidak ada langkah antisipasi maka perlahan, apa yang ditakutkan selama in bisa terjadi.

 

“Tanah di pinggir Sungai ini terkikis terus. Kalau tidak ada  langkah antisipasi, bisa bahaya nanti. Apalagi kalau hujan di malam hari,”kata Ruslan, beberapa hari lalu.

 

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Ia dan warga sekitar membutuhkan talud penahaman banjir  dan talud penahan longsor, agar rumah mereka tidak ambruk dan mengancam keselaman mereka. (****)