Mengintip “Tradisi” Baru Ujian Skripsi di STAIS Sertim

Mengintip “Tradisi” Baru Ujian Skripsi di STAIS Sertim

Berbeda dari biasanya, kali ini ujian Draft Skripsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Seram Timur digelar di luar ruangan. Para mahasiswa dan dosen penguji melaksanakan agenda akademik tersebut di bawah pohon sekitar kampus itu.

CATATAN : REDAKSI HUNIMUANEWS.COM

Sabtu (29/9) pagi, satu per satu mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Seram Timur kampus Bula, kabupaten Seram Bagian Timur, datang ke kampus tersebut. Mereka tampak mengenakan kemeja putih berbalut Jas resmi Kampus yang bernaung di bawah Yayasan Gita Tita Falamuri itu.

 

Sekira pukul 08 :00 WIT semua mahasiswa tersebut berkumpul di salah satu ruangan. Sementara, ada enam buah meja dan 18 buah kursi sudah diletakan di bawah pepohonan di sekitar kampus itu.Tiap meja dan tiga kursi diletakkan terpisah berkisar 20 -30 meter. Tidak lama kemudian, kursi-kursi di bawah pepohonan tersebut sudah ditempati 12 dosen penguji dan pembimbing. 

 

Dari dalam ruangan, para mahasiswa tersebut dipanggil satu per satu, menuju kursi di bawah pepohonan, kemudian duduk menghadap dosen penguji mereka masing-masing untuk mengikuti ujian Draf Skripsi.

 

Di bawah pepohonan itu, para mahasiwa, dosen penguji dan pembimbing tampak tenang selama ujian berlangsung. Kendati begitu, raut serius sesekali tampak dari wajah para mahasiswa ketika penguji mereka memberikan pertanyaan seputar Draft Skripsi yang mereka susun.

  

Sementara di atas langit kota Bula, matahari terus menanjak sembari memancarkan sinarnya yang terik. Namun, suasana di lokasi ujian tetap nyaman, karena peserta ujian, penguji dan pembimbing dilindungi pepohonan yang rimbun serta hembusan angin yang sejuk.

 

“Biasanya mahasiswa merasa canggung kalau ujian di dalam ruangan, tetapi kalau di luar ruangan  mahasiswa bebas berbicara, bebas untuk  mengeluarkan pendapat  untuk mempertahankan Draf Skripsinya”  ungkap ketua Pengelola STAIS kampus Bula, Ismail Kelderak. 

 

Sebanyak 60 mahasiswa yang mengikuti ujian Draf Skripsi tersebut. Sebanyak 18 Mahasiswa diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Syariah. Sementara 42 lainya adalah Fakultas Tarbiyah.

 

“Kami akan membuat lingkungan Kampus ini lebih bermanfaat bagi semua orang yang ada disini,”.kata Kelderak.

 

Ujian skripsi di luar ruangan itu akan menjadi suatu “tradisi” di kampus itu.Ujian-ujian berikutnya juga akan digelar di luar ruangan.(SR).