Laga Final Piala Raja, Boboti Mental Pemain Sebagai Sang Juara

Laga Final Piala Raja, Boboti Mental Pemain Sebagai Sang Juara

BULA, hunimuanews.com- Laga final Piala Raja Tahun 2021 yang berlangsung seru Minggu kemarin di lapangan hijau Desa Salagur Kota kecamatan Siritaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), berhasil memboboti mental para pemain hingga mengukir sejarah sebagai sang juara dalam turnamen tersebut.

 

Diketahui dalam laga final itu, dua tim raksasa Rumadan City I FC diperhadapkan dengan Persena Lian Vitu, bertemunya dua tim singa ini untuk meraih posisi awal sebagai sang juara. Masing-masing tim mampu mendominasi permainan dari sisi penguasaan bola hingga teknik dan duel sesama lawan. 

 

Dua tim asal petuanan Kianlaut ini melakoni pertandingan dalam durasi waktu normal 90 menit berakhir dengan skor 0-0.

 

Kendati demikian, dari skor yang diperoleh kedua tim tersebut, menuai keputusan wasit Halik Rumagia yang memimpin jalannya pertandingan sekaligus bersandar pada aturan awal yang telah disepakati bersama bahwa diadakan tendangan pinalti. Melalui tendangan bebas dalam area kiper ini, Rumadan City I berhasil menaklukkan Persena Lian Vitu dengan skor 4-3.

 

Lima pemain dari masing-masing tim yang melakukan tendangan pinalti ini, salah satu pemain asal Rumadan City FC Rusdi, berhasil membobol gawang lawan dengan mengeksekusi tendangan akhir hingga mampu merubah kedudukan skor yang semula 3-3 menjadi 4-3.

 

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) kabupaten SBT Sidik Rumalowak. Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Daerah (Pemda), Minggu (19/9/2021). Rumalowak mengaku pihaknya akan membuka ruang, serta menyediakan sarana dan prasarana olahraga untuk merespon para bakat sepak bola di SBT.

 

"Akan kami upayakan semaksimal mungkin menyediakan ruang untuk meningkatkan bakat generasi SBT di bidang olahraga terutama sepak bola," tandas Rumalowak

 

Laga final itu turut dimeriahkan oleh masyarakat adat se-petuanan Kianlaut secara kolektif. Selain itu prosesi pembukaan laga final ajang Piala Raja ini, disuguhi dengan berbagai macam tarian dan prosesi adat.

 

Usai pertandingan itu, para wasit hingga pelatih ikut diumumkan dengan kategori wasit dan pelatih terbaik yang berhasil membawa timnya lolos pada babak final Turnamen Piala Raja.

 

 

Sementara itu, Koordinator turnamen Piala Raja se-petuanan Kianlaut Asis. R Wattimena kepada media ini Senin, (20/9/2021) mengatakan, kompetisi Piala Raja yang sedang berlangsung sejak pembukaan hingga sampai pada laga final itu, kondisi pertandingan berjalan normal. Tidak hanya itu, kesiapan panitia hingga akhir pertandingan pun cukup maksimal.

 

"Alhamdulillah dari awal pembukaan sampai pada penutupan ini kegiatannya berjalan lancar tanpa kendala apapun," kata Asis

 

Dia menjelaskan, kesiapan panitia berupa penyediaan "Trofi" untuk tim yang menjuarai kompetisi itu pun tengah disiapkan. Bagi tim yang berhasil meraup kemenangan sebagai juara satu diberikan satu buah trofi dan medali. Selain itu pemain yang berkategori "Pemain Terbaik dan Top Skor pun ikut diumumkan.

 

"Juara satu Rumadan City FC, diberikan satu buah piala dan medali, sedangkan juara dua Persena Lian Vitu pun ikut memperoleh hadiah yang sama, begitupun juara tiga," terangnya

 

Dikatakan, penyerahan Trofi bagi tim yang menjuarai turnamen tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Sidik Rumalowak. Selain Rumalowak, penyerahan Trofi dan medali lainnya ikut diserahkan oleh Anggota DPRD SBT Moh.Rumarey Wattimena, dan Enver R Watimena.

 

 

Asis yang berharap, usai dari turnamen Piala Raja yang digelar di negeri adat petuanan Kianlaut itu tentunya menjadi contoh bagi negeri adat lain di bumi Ita Wotu Nusa. Pihaknya berupaya, untuk terus mengasah minat dan bakat olahraga di daerah ini yang dinilai cukup menjanjikan.

 

"Piala Raja di Kianlaut ini sesungguhnya menjadi contoh, untuk bagaimana katong tingkatkan hobi olahraga khususnya di sepak bola agar lebih baik lagi," tandasnya

 

Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia devisi dua ini turut meminta kesediaan pemerintah daerah (Pemda) agar lebih membuka ruang yang maksimal untuk menunjang minat dan bakat para pesepak bola lokal di daerah pengahsil rempah-rempah ini. Dengan niat baik ini lanjut Asis, pihaknya akan menyiapkan satu format tim untuk mewakili kabupaten SBT mengikuti Liga Tiga di kanca nasional nantinya.

 

"Insya Allah dari skarang katong su gencar cari pemain pemain terbaik,untuk katong siapkan dalam bentuk tim untuk mengikuti liga tiga nantinya," bebernya 

 

Diusulkan kepada pemerintah daerah, kompetisi Piala Raja tersebut akan dijadikan sebagai salah satu agenda tahunan di setiap negeri adat se- kabupaten Seram Bagian Timur.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sidik Rumalowak, Enver Wattimena, Anggota DPRD SBT Moh Rumarey Wattimena, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mirnawati Derlen, sesepuh raja adat Kianlaut Dedy Kilwarani Penjabat Desa se-petuanan Kianlaut, beserta tokoh masyarakat yang turut hadir menyaksikan laga tersebut. (HN-MR