Kios di Pasar Bula Jadi Tempat Kos

Kios di Pasar  Bula Jadi Tempat Kos

Bula SBT, Hunimuanews - Pasar adalah tempat jual beli, menjadi salah satu penggerak roda perekonomian. Tapi Pasar Tradisional Bula kabupaten Seram Bagian Timur tidak sepenuhnya demikian. Sebagian Kios di pasar ini berubah menjadi tempat tinggal. Siapa yang mengizinkan? 

 

Setelah dibangun, pasar Tradisional Bula diharapkan dapat memacu roda perekonomian di daerah ini. Warga yang menggeluti usaha kecil dan menengah dapat memanfaatkan sarana ini untuk beraktvitas.

 

Namun, harapan itu belum terwujud dengan baik. Sebabnya, sebagian Kios di pasar ini telah dijadikan tempat tinggal sejumlah pedagang dengan cara indekost. Setiap bulan, mereka menyetor uang kost kepada oknum tertentu. 

 

Berapa harga Indekos di Kios tersebut serta dibayar kepada siapa?, sejumlah penghuni kos-kios tersebut tidak menyebutkan secara pasti. 

 

“Bayar di kantor. Tapi saya tidak tahu di kantor mana dan  harganya berapa, karena suami saya yang urus,”ungkap salah satu penghuni Kios di pasar tersebut, Kamis (15/2).

 

Berubahnya fungsi Kios-kios tersebut diketahui telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kepala dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten SBT, Hasaluku Uyara mengakui hal tersebut.

 

Sekadar tahu, berubahnya fungsi Kios-kios tersebut diketahui telah sejak beberapa tahun lalu. Kepala dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten SBT, Hasaluku Uyara mengakui hal tersebut.

 

Kios-kios tersebut sebelumnya merupakan milik oknum Aparatus Sipil Negara (ASN) di daerah ini. Mereka kemudian menjualnya kepada orang lain.

 

“Ada PNS yang miliki. Kemudian dia take over (mengambil alih), lalu  dia jual kepada orang. Kemudian orang itu menjual lagi. Ini menjual diatas menjual,” ungkap Uyara beberapa waktu lalu.

 

Saat itu, Uyara menegaskan, pihaknya akan menata kembali Kios-kios tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai tempat jual beli, bukan tempat tinggal.

 

“Saya akan cabut semua.Tidak ada cerita. Akan ditertibkan. Itu milik pemerintah, bukan milik person,” tegasnya. (HN-MB)