Keliobas : Hari Air Dunia, Momentum Melestarikan Alam Untuk Air

Keliobas : Hari Air Dunia, Momentum Melestarikan Alam Untuk Air

 

BULA,Hinimuanews—Bupati kabupaten Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas mengatakan,   Hari Air Dunia (World Water Day) ke XXVI tahun 2018  perlu dimaknai sebagai momentum bagi semua pihak untuk melestraikan alam dan menjaga sumber air.

 

Keliobas berharap, peringatan hari Air Dunia ini, tidak sekadar menjadi acara seremonial, tapi peringatan tahunan ini seharusnya menjadi semangat dan memotivasi semua pihak  dalam upaya melakukan pelestarian lingkungan dan tindakan konservasi terhadap sumber sumber mata air.

 

Keliobas menegaskan, istansi dan unit kerja yang terkait dengan bidang lingkungan hidup, penataan ruang, perumahan rakyat, menjadi  momentum HAD untuk melahirkan ide gerakan bersama yang bersifat konservasi, agar menjadi motivasi dalam upaya pelestaian Lingkungan Hidup,

 

“Karena Bumi Tanah dan Air ini bukan warisan, melainkan titpan Generasi Mendatang,”ungkap Keliobas saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Dialog Hari Air Dunia ke XXVI yang diselenggarakan Lembaga Kalesang Lingungan Maluku Wilayah kabupaten Seram Bagian Timur bersama Kementerian PUPR di desa Engglas kecamatan Bula kabupaten Seram Bagian Timur, Sabtu (7/4)..

 

Keliobas mengatakan, upaya memenuhi kebutuhan dasar sebagai aktifitas pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah merupakan tanggungjawab yang berjalan terus menerus tanpa ada jeda waktu.

 

Namun, lanjutnya seiring dengan itu aktifitas kehidupan dan gerak pembangunan juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

 

“Dampak tersebut secara keseluruhan dapat saja menurunkan daya dukung lingkungan dan degradasi fungsi alam, terutama terhadap menurunnya kualitas dan kuantitas air dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia,”.ungkapnya.

 

Keliobas mengatakan, salah satu sasaran capaian pembangunan Dunia (Millenium Development Goals) hingga tahun 2015 adalah membuka dan mengupayakan minimal 50%  akses terhadap air bersih bagi masyarakat di setiap wilayah. 

 

“Di Kabupaten Seram Bagian Timur ini  kita baru dapat membuka kurang lebih 40 persen cakupan layanan air bersih yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa, artinya kita mungkin 10% dibawah target nasional,”tandasnya.

 

Seiring dengan program tersebut, pemerintah di daerah ini  melalui instansi dan unit kerja terkait telah menetapkan Peraturan Daerah   tentang pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten SBT.

 

PDAM akan menyusun rencana kerja dan rencana pengembangan yang lebih detil tentang pelayanan air minum,

 

Karena itu, Keliobas berharap ada dukungan pemerintah provinsi Maluku, Balai Wilayah Sungai, Dinas PU Perumahan Rakyat, dan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Seram Bagian Timur ke depannya.(HN-MB)