Kelilauw : Apresiasi Kunjungan Gubernur Maluku Di Negeri Adat Kilmury

Kelilauw : Apresiasi Kunjungan Gubernur Maluku Di Negeri Adat Kilmury

hunimuanews.com - Kunjungan Langsung Gubernur Maluku, Said Assagaf di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, di sambut langsung oleh Bupati SBT Mukti Keliobas dan Ketua DPRD SBT Agil Rumakat beserta masyarakat Kilmury. Selasa, 10/10.

 

Kunjungan langsung tersebut Mendapat Apresiasi dari berbagai kalangan.

Abdullah Kelilauw Selaku Wakil Ketua DPRD SBT kepada jurnalis hunimuanews menuturkan sangat mengapresiasi kunjungan langsung Gubernur Maluku di Negeri Adat Kecamatn Kilmury tersebut.

 

“ Kunjungan ke Kilmury merupakan bentuk tangung jawab selaku kepala daerah untuk merespon  aspirasi masyarakat kilmury,  sebagaimana tergabung dalam gerakan  SAVEKILMURY yang telah di suarakan di berbagai media dari berbagai kalangan terhadap permasalahan-permasalahan Negeri Kilmury, Tegasnya.

 

Selaku Wakil Ketua DPRD, Kelilauw Menuturkan Pemerintah telah melakukan langkah-langka terhadap permasalahan keterisolasian di berbagai pelosok daerah, khususnya di kilmury kabupaten SBT akses Jaringan komunikasi dan Dermaga laut suda bisa di jawab oleh pemerintah secara bertahap

 

“ Kedepan Lanjut Kelilauw, Pemerintah daerah provinsi Maluku dan Pemerintah kabupaten SBT dapat memperjuangkan Perusahan Listrik Negara (PLN) dan Akses Jalan Lintas di Kilmury dan daerah lainya di bumi Ita Wotu Nusa yang kami cintai ini.

 

“ Pemerintah daerah kabupaten seram bagian timur di bawah kepemimpinan Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Alkatiry telah melakukan langkah-langka terebosan melalui pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebagai tindakan menjawab keterisolasian di daerahnya tersebut, Ungkap Anggota DPRD SBT tiga periode tersebut.

 

Kelilauw menuturkan, komitmen menjawab keterisolasian itu secara bertahap telah di lakukan oleh pemerintah daerah, sebagaimana telah di anggarkan Rp 15 Milyar untuk pembangunan jalan lintas dari ibukota definif hunimua menuju ke kecamatan kilmury yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).