Kecamatan Kilmury SBT, Sediakan Ruang Isolasi Mandiri

Kecamatan Kilmury SBT, Sediakan Ruang Isolasi Mandiri

BULA, hunimuanews.com - Ruang isolasi mandiri di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) telah tersedia. Pasalnya dijadikan sebagai tempat tersendiri untuk menampung warga masyarakat setempat yang menjalankan masa karantina selama 14 hari. Jumat, (24/04/2020).

 

Selaku perpanjangan tangan Pemerintah Daerah (Pemda) SBT di wilayah kecamatan, Abdul Gafar Rumanama menjelaskan, dirinya bersama tim penaganan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Kilmury sudah menyiapkan tempat isolasi mandiri.

 

"Saya bersama tim gugus tugas setempat sudah menyiapkan mes pegawai kantor camat, sebagai tempat untuk warga yang baru berdatangan dari luar Kecamatan Kilmury agar menjalankan masa karantina selama 14 hari" ucap Rumanama kepada media ini di Bula, (23/04) kemarin.

 

Selain itu menurut Rumanama, lokasi karantina tersebut tersedia khusus bagi masyarakat dan mahasiswa yang baru datang dari daerah yang terpapar Virus Covid-19. "Tempat ini bagi masyarakat dan mahasiswa yang beru berdatangan dari daerah terpapar Virus Corona" tutur Rumanama.

 

Namun untuk diketahui, hingga saat ini belum ada mahasiswa dan masyarakat yang menjalani masa karantina. Karena belum ada yang melakukan proses mudik atau pulang kampung dalam satu Minggu terakhir ini. "Ada mahasiswa yang datang, tapi jauh sebelum kita disiapkan menyediakan tempat karantina ini" kata Rumanama.

 

Selain itu, terkait kematian salah seorang warga Desa Administratif TAA Kecamatan Kilmury yang dikabarkan beberapa hari kemarin, meninggal akibat gejala Virus Corona-19 menurut Gafar Rumanama itu Kabar bohong alias hoax. "Yang bersangkutan meninggal akibat mengalami penyakit jany" ucap Rumanama, sesuai keterangan kepala Puskesmas Desa Administratif Afang.

 

Rumanama menghibau, warga Kecamatan Kilmury jangan panik dengan informasi hoax yang sengaja disampaikan oknum-oknum lain itu. "Tapi percayalah pada informasi yang keluar dari tim gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 setempat" tutup Rumanama. (HN-Opan)