Kasus Penganiayaan di Desa Mising-Kilmury SBT, Ini Sebabnya

Kasus Penganiayaan di Desa Mising-Kilmury SBT, Ini Sebabnya

BULA, hunimuanews.com-Kasus penganiayaan terhadap salah satu warga desa Mising kecamatan Kilmury SBT Dahlan Kocal oleh pelaku berinisial SB kini menjadi sorotan publik.


Pasalnya, kasus penganiyaan itu diduga berawal dari hubungan kontrak kerja antara si korban dan pelaku yang berinisial SB. Hal itu disampaikan salah satu warga desa Mising, kecamatan Kilmury kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Hajirun Keliulu. Senin Malam (22/2/21) kepada media ini via WhatsApp.


Hajirun mengatakan mulanya pelaku melakukan kesepakatan kerja bersama sikorban melalui sebuah pekerjaan pemasangan (atap seng) rumahnya sikorban pada beberapa hari lalu di desa Mising.


"Awalnya sikorban dan sipelaku ini punya satu kesepakatan kerja, korban menawarkan pekerjaan kepada sipelaku ini, yaitu pemasangan atap seng rumah dengan upah kerja Rp.600.000 upah ini kemudian suda disepakati bersama" Tutur Hajirun 


Lanjut dia, melalui upah kerja senilai Rp.600.000 itupun kini disepakati bersama antara korban dan pelaku, dan pelaku pun kini melaksanakan pekerjaan itu dengan baik. Namun sayangnya beberapa hari kedepan pekerjaan pun mandek akibat sipelaku tak mau melanjutkan pekerjaannya lagi dan meminta upah kerja dari si korban.


" Pekerjaan balom selesai lae, pelaku ini su minta upah karja, namun karna yang punya rumah ini atau sikorban itu masih punya pemikiran baik, antua Langsung kasih upah pekerjaan secara keseluruhan, dia kasi 600 ribu meskipun pekerjaan balom tuntas". Ungkap Hajirun


Mirisnya lagi, setelah menerima upah kerja dari sikorban, pelaku tak lagi melanjutkan pekerjaannya selama beberapa hari. 
Hingga si korban pun merasa dirugikan apabila pekerjaan itu tidak dapat dilanjutkan. Korban berinisial DK itupun datang menemui pelaku guna mendesak agar pelaku segera menuntaskan pekerjaannya yang masih tersisa itu hingga selesai.


"Karna talalu lama, si korban ini desak pelaku untuk selesaikan pekerjaan sisah itu, Alhmdulillah pelaku jua ikuti kemauan korban untuk menyelesaikan pekerjaan sisahnya sampai selesai" Tambahnya.


Berdasarkan keterangannya, pelaku berhasil menyelesaikan tugas dan pekerjaannya hingga selesai, namun yang menjadi keganjalan, si pelaku kembali meminta upah tambahan (kerja) dari si korban senilai Rp.400.000 sebagai pembayaran terahir.

 

Pelaku meminta upah lebi yang telah di sepakati bersama. "Pas pekerjaan selesai si pelaku minta tambahan upah dari si korban lae, otomatis ini suda luar dari kesepakatan awal tentang upah kerja Rp.600.00 yang sudah disepakati bersama dan itu sikorban seng mau memenuhi permintaan pelaku itu, karna pembicaraan su selesai dari awal". Sesalnya.


Diketahui perdebatan dan adu mulut itupun terjadi antara korban dan pelaku, hingga pelaku mengambil satu inisiatif untuk menyita bahan rumah si korban, berupa 8 lembar daun seng sebagai jaminan. tutur Hajirun


Korbanpun tidak menerima cara itu, kendati demikian sipelakupun berniat melakukan aksi kekerasan terhadap sikorban dalam kondisi tertentu. beber Hajirun


"Pokonya beta dapa alano dimana tampa tetap pukul fia saja" Kata sipelaku yang dibeberkan melalui salah satu pihak korban.


Kontak fisik antar pelaku dan korbanpun terjadi saat malam bertepatan dengan acara melantai di desa Mising Kecamatan Kilmury, lewat kesempatan tersebut korban pun dianiaya oleh pelaku hingga berujung tragis.


Selain itu salah satu kerabat dekat sikorban Muhamad Kocal menulis didinding Facebooknya Senin malam yang dikutip media ini mengaku, postingan yang dibuatnya itu sebagai bentuk klarifikasi atas asumsi netizen yang turut memviralkan kejadian. Ungkap Hajirun.


Selaku pihak korban, dirinya merasa peristiwa itu dijadikan sebagai senjata untuk menyerang pemerintah daerah (Pemda SBT) atas kondisi dan ketertinggalan Kilmury. Tulis Muhamad Kocal di akun facebooknya.


Menurutnya peristiwa yang dialami saudaranya Dahlan Kocal itu bukan sakit lantaran penyakit, melainkan korban telah dianiaya oleh salah satu warga desa Mising berinisial (SB) yang diduga sebagai pelaku penganiayaan itu.


Kocal menuturkan hal itu merupakan tindakan kekerasan yang semestinya di proses secara hukum yang berlaku. Ia mengaku selaku pihak korban akan menuntaskan masalah tersebut hingga menemui titik terangnya.


"Beta pung kaka itu sakit atas dasar dipukul sampai saatbini msih kritis, karna ada tanda percekek pada bagi leher dan kena pukulan sehingga akan berpengaruh pada pernapasan makan susah minum pun susah" Tegas Kocal.


Melalui postingan itu dirinya secara tegas meminta kepada pihak berwajib agar segera mengusut tuntas masalah yang dialami saudaranya Dahlan Kocal. Tutup Hajirun (HN-AMR)