Jembatan Wai Salas SBT Ambruk, Supir Bula - Airnanang Pusing

Jembatan Wai Salas SBT Ambruk, Supir Bula - Airnanang Pusing

BULA, hunimuanews.com-Jembatan Wai Salas di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dibangun di Desa Salas kecamatan Bula dikabarkan kembali ambruk. Ambruknya jembatan itu pun membuat sebagian supir Taxi Bula Tutuk Tolo Airnanang merasa pusing akibat aktifitas mereka pun menjadi terhambat.

 

"Iyo eee katong pusing, jembatan rusak tarus model bagini katong mancari stenga mati penumpang banya tapi alangan kaya bagini," ungkapan salah satu supir Bula Airnanang, yang tak ingin namanya dipublis kepada Media ini Kamis malam (29/07/21).

 

Diketahui retaknya jembatan tersebut terjadi pada kamis kemarin, para pengendara kendaraan beroda dua dan empat di himbau untuk terus berhati-hati dengan kondisi tersebut. 

 

Namun diduga kelalaian satu truk berwarna hijau tanpa plat nomor nekat melintasi jembatan tersebut malam tadi dengan sarat muatan berat berupa kayu belu berukuran besar. Dengan begitu jembatan yang terlihat tua dari struktur bangunannya itupun ambruk akibat terbeban, truk itupun tiba-tiba hilang kendali hingga tercelup seketika.

 

Berdasarkan keterangan para supir ini, terpaksa semua pengendara diarahkan untuk mengambil jalan pintas pada bantaran kali jika ingin melintasi jalur tersebut. Hal itu disebabkan dari kondisi jembatan yang suda rusak parah dan tak bisa di lewati oleh kendaraan apapun.

 

"Katong (kita) sekarng lewat bawah jalan darurat saja, seng tau sampe kapan katong lewat jalan ini, soalnya kalau kondisi ujang kalau banjir bagmana susa suda," jelas supir tersebut

 

Dengan adanya kondisi itu, para supir ini sangat kwatir dan terus mengantisipasi kondisi alam yang kian tak bersahabat ini. Menurutnya Jika terjadi hujan deras maka tentunya berpengaruh terhadap aktivitas mereka akibat datangnya banjir deras.

 

Diketahui patahan jembatan itu tepat pada tengah jembatan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Para beberapa personil kepolisian pun langsung mendatangi lokasi kejadian pagi tadi guna mencari alternatif lain untuk mengatasi kondisi tersebut. (HN-MR