Inspektorat Rekomendasi Proyek Talud Gumumae Diproses Hukum

Inspektorat Rekomendasi Proyek Talud Gumumae Diproses Hukum

BULA, hunimuanews.com-Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Nasarudin Tianotak, dengan tegas mengatakan, ambruknya pembangunan talud Gumumae,  yang berturut-turut selama tiga kali pekan kemarin, dirinya akan memberikan surat rekomendasi untuk diproses secara hukum. 

 

"Beta (saya) akan memberikan rekomendasi untuk diproses secara hukum. Setelah selesai dong (mereka) kerja. Kalau hasil seng (tidak) sesuai," ucap Tianotak dengan nada tegas saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya pada Senin, (01/02). 

 

Persoalan ambruk talud Gumumae kata Tianotak, sudah berulangkali dirinya melakukan panggilan terhadap konsultan perencana talud Gumumae Saleh Kelrey. Namun, panggilan itu kata Tianotak, tidak digubris sama sekali.

 

"Masalah ambruknya talud Gumumae, saya sudah penggil berkali-kali. Memanggil konsultan perencana. Meskipun pemanggilannya bersifat persuasif. Beta (saya) panggil dia, suruh dia datang. Sampai sekarang tidak datang," ucap Tianotak.

 

Dari fungsi pengawasan, menurut Kepala Inspektorat Daerah SBT, dirinya menilai pembangunan talud Gumumae yang dikerjakan dengan dana milyaran rupiah tersebut tidak memenuhi kualifikasi teknisnya. "Kenapa, karena masa sih kedalaman galian hanya 60 sentimeter," ucap Tianotak.

 

Padahal dari awal pembangunan, kata Tianotak, dirinya sudah sempat bicara dengan pemilik CV. Julion Jaya Pratama. Selain itu, konsultan perencana untuk dimintai gambar pembangunan talud Gumumae, demi pihaknya lancar dalam melakukan tugas pengawasan. 

 

"Beta (saya) sudah bicara deng akngi. Beta (Beta) juga sudah bicara dengan konsultan perencana Saleh Kelrey. Beta (saya) minta gambar talud Gumumae saja tidak diberikan. Padahal, Beta (Beta) minta gambar itu untuk mengawasi. Kalau seng dikasi gambar, kan masalah," tuturnya.

 

Lanjut Tianotak, padahal tujuan dirinya meminta gambar pembangunan talud Gumumae itu untuk mengawasi pembangunan tersebut. Katanya, permintaan gambar itu sejak awal pekerjaan.

 

"Yang waktu dong (meraka) ada gali-gali itu beta sudah minta gambar. Maksudnya, mengawasi untuk membandingkan gambar dengan realisasi lapangan pas atau tidak," kata Tianotak, sembari berkata "Jadi dong (meraka) bohong beta itu," tutupnya. (HN-Yan)