Ini Sikap Warga Belis Tentang PT.Strata Pacifik

Ini Sikap Warga Belis Tentang PT.Strata Pacifik

 

 

BULA,Hunimuanews- Sikap kritis warga negeri Belis kecamatan Teluk Waru kabupaten Seram Bagian Timur  terhadap kehadiran pihak PT.Strata Pacifik, berlanjut.  Setelah rapat bersama dengan pihak perusahaan kayu log itu beberapa waktu lalu, warga Belis menggelar pertemuan internal, memutuskan sikap tegas mereka.

 

Sebagaimana diketahui, pihak PT. Strata Pacifik melakukan penebangan pohon di kecamatan Teluk Waru. Mereka direstui pemerintah menebang pohon di hutan wilayah itu dalam jangka waktu 35 tahun dengan luas area lebih dari 63 ribu hektar.

 

Area yang digunakan tersebut, diantaranya dipermasalahkan  warga negeri Belis karena merupakan hutan adat mereka.

 

Reaksi  warga negeri Belis tersebut menyusul aktivitas pihak perusahaan dinilai telah memasuki hutan adat mereka tanpa koordinasi yang baik dengan mereka. Warga setempat pun memboikot aktivitas pihak perusahaan itu.

 

Guna menyelesaikan masalah itu, digelar pertemuan bersama pihak PT. Strata Pacifik dengan warga negeri Belis pada tanggal 20 April lalu.

 

Rapat  bersama yang digelar di negeri Belis tersebut diwarnai protes warga terhadap kehadiran pihak PT. Strata Pacifik. Mereka mengaku menyesalkan aktivitas pihak perusahaan  di hutan adat mereka. Apalagi tanpa didahuli koordinasi yang baik dengan pemerintah negeri Belis.

 

Rapat bersama tersebut hanya berakhir dengan keputusan, akan dilakukan koordinasi lebih lanjut, agar masalah tersebut diselesaikan secara baik.

 

“Kami berharap, lebih cepat lebih baik. Intinya, dari perusahaan itu Welcome saja. Setiap saat kami siap soal koordinasi,”kata Direktur Operasional PT. Strata Pasifik, Dedi Karnain kepada wartawan usai rapat bersama dengan warga Belis.  

 

Saat itu, Dedi Karnain juga menegaskan, pihaknya telah mengantongi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dari pemerintah,  termasuk dokumen analisis  dampak lingkungan (Amdal). Sehingga, tidak ada masalah dengan izin.

 

“Kalau soal hak masyarakat, kami tidak akan mengingkari. Sudah jelas diatur dalam Pergub (Peraturan gubernur Maluku-red) nomor 1 tahun 2012 tentang kompensasi hak ulayat kepada masyarakat. Itu sudah jelas,”ungkap Karnain.

 

Kendati begitu,  warga negeri Belis sudah terlanjur kecewa. Mereka juga tidak ingin, hutan adat mereka rusak akibat penebangan pohon oleh pihak PT. Strata Pacifik.

 

Karena itu, setelah melalui berbagai pertimbangan, warga negeri  Belis pun menggelar rapat internal.

 

Pekan kemarin, rapat internal yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat, tokoh pemuda negeri Belis  itu digelar.

 

Hasilnya, mereka sepakat, menolak  dengan tegas pihak PT.Strata Pacifik menebang pohon di hutan adat mereka. Surat penolakan pun dilayangkan kepada pimpinan PT. Strata Pacifik.

 

“Kami masyarakat adat negeri Belis kecamatan Teluk Waru kabupaten Seram Bagian Timur dengan tegas menolak penoperasian perusahaan kayu log, PT. Strata Pacifik di wilayah adat negeri kami,”demikianbunyi salah satu poin dalam surat penolakan masyaraka Belis  tersebut

 

Dalam salinan surat penolakan tertanggal 25 April  2018  yang diperoleh Hunimuanews.com, kemarin  juga disebutkan sejumlah  pertimbangan yang melatari penolakan tersebut, diantaranyakerusakan hutan akibat  penebangan pohon secara besar-besaran oleh perusahaan. Sehingga, berdampak buruk bagi masyarakat.  

 

“Seperti Desa Salas kecamatan Bula dan desa Ga kecamatan Tutuk Tolo yang pernah mengalami banjir akibat pernah beroperasinya perusahaan kayu log di wilayah tersebut,”jelas mereka dalam surat penolakan itu.

 

Dalam surat penolakan yang ditandatangani Raja negeri Belis Wajana Rumalutur dan Saniri negeri Belis itu juga ditegaskan, bila pihak PT. Strata Pacifik masih beroperasi di hutan adat negeri Belis, maka mereka akan melakukan upaya lain. 

 

“ Demi melindungi hutan adat kami,”tulis mereka dalam surat penolakan itu.

 

Sementara itu, pihak PT. Strata Pacifik belum berhasil dikonfirmasi tentang surat penolakan masyarakat Belis tersebut.(HN-MB)