Hadiri Diskusi, Ini Sikap Wakil Rakyat Soal Tumpukan Sampah di Kota Bula

Hadiri Diskusi, Ini Sikap Wakil Rakyat Soal Tumpukan Sampah di Kota Bula

BULA, hunimuanews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kini mengambil sikap tegas soal tumpukan sampah yang merajalela di Kota Bula. Karena dianggap Dinas Lingkungan Hidup tidak mampu menjalankan tugas dengan Baik. 

 

Sikap tegas itu seprti disampaikan Wakil Ketua DPRD SBT Ahmad Voth, dan Wakil Ketua Badan Perancangan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD SBT Fathul Kwairumaratu di forum bacarita anak muda tentang lingkungan tanggungjawab semua orang.

 

Voth, pada kegiatan yang digelar Komunitas Kalesang Pante (KKP) dan Gumumae Photo Club (GPC) di kawasan Pantai Roleks Kecamatan Bula pad Rabu (27/01) itu mengatakan, bacarita hari ini harus menghasilkan satu rekomendasi yang kita semua tandatangani.

 

"Saya minta katong (kita) semua dari hasil bacarita ini. Kita semua bersepakat untuk menentukan satu poin yang direkomendasikan ke DPRD. Dan itu langsung katong (kita) sampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) SBT," kata Voth, penuh harap.

 

Sikap Voth, soal kebersihan lingkungan di Kota Bula, dirinya meminta untuk pakai pihak ketiga. Karena menurut Voth, dinas yang membidangi hal ini tidak melakukan tugasnya secara efektif dan efisien. 

 

"Untuk itu saya mintakan, harus ada pihak ketiga dalam pengangkutan sampah. Sebab, kita tidak bisa mengharapkan dinas terkait. Meraka sangat malas, hingga seperti saat ini kita lihat. Sampah merajalela di Kota Bula," ucapnya.

 

Padahal kata Voth, UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah sangat memiliki maksud yang jelas. Bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

 

"Saya tunggu satu rekomendasi yang berbobot untuk menata lingkungan di Bumi Ita Wotu Nusa. Saya tunggu rekomendasi di meja saya. Kita akan kawal sampai di Badan Perancangan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD SBT, dan harus masuk meja paripurna," kata Voth.

 

Sementara Wakil Bapemperda DPRD SBT Fathul Kwairumaratu, pada geliran bicaranya mengapresiasi buah pikiran dua komunitas yang dapat melakukan kegiatan itu. Kata Fathul di awal bicaranya menyampaikan, pemuda tidak boleh mati, pemuda harus hidup sehidupnya lalu bernilai.

 

"Kegiatan seperti ini sangat mengandung nilai yang mendalam. Dimana, ada juga dilakukan pameran foto-foto yang menceritakan kondisi lingkungan di SBT. Itu sangat berarti," kata Fathul, Sekretaris Fraksi PDN DPRD SBT itu.

 

Fathul, juga menceritakan bagaimana pentingnya peran pemuda serta tanggungjawab sosialnya dalam membangun satu daerah. Kata Fathul, banyak trobosan soal daerh yang dilakukan anak muda di berbagai wilayah lain. "Mari, kita punya semangat sama untuk membangun daerah ini," ajak Fathul.

 

FK, nama pendek dari Fathul Kwairumaratu itu juga meminta kritikan dan saran yang harus disampaikan ke Pemda SBT dan DPRD. Baik melalui foto dan bentuk apa saja. "Saya sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kita sama-sama berjuang," ucapnya.

 

Lanjutnya, Fathul akan menggunakan kewenangan sebagai DPRD untuk sama-sama berjuang demi menjaga lingkungan SBT agar lebih bersih. "Kita hasilkan satu rekomendasi. Dan saya juga akan mengawal rekomendasi ini sampai ke Pimpinan DPRD," kata Fathul

 

Bahkan aktivis lingkungan ini pun mengharapkan pada rekomendasi yang nantinya dimasukkan ke DPRD. Dirinya meminta untuk namanya dicantumkan. "Buat satu rekomendasi, katong (kita) samua tanda tangan. Saya dan bang Ecal juga terlibat dalam pendatanganan itu. Kami akan kawal sampai paripurna," ucap Fathul. (HN-Yan).