Diduga Pengelolaan Dana Bumdes Desa-Suru SBT Bermasalah

Diduga Pengelolaan Dana Bumdes Desa-Suru SBT Bermasalah

BULA, hunimuanews.com-Berangkat dari minimnya transparansi dalam sistem pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Negeri Administratif Suru kecamatan Siritaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengakibatkan dana Bumdes senilai Rp.50.000.000 diduga bermasalah.

 

Pasalanya anggaran tersebut telah dikucurkan pihak Bank sejak November 2020 lalu hingga Juni 2021 kepada oknum Bendahara Bumdes Desa Suru hingga kini tidak ada realisasi program yang dikerjakan. Hal tersebut diungkapkan salah satu pengelola (Bumdes) Desa Suru kepada Wartawan baru-baru ini yang namanya tidak ingin di publis.

 

Berdasarkan keterangan sumber tersebut, ia menjelaskan, sejak akhir 2020 lalu hingga 2021, Bumdes Desa Suru mengalami stagnan alias diam ditempat dan tidak berfungsi, hal itu menurutnya dipengaruhi dari sistem pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan oleh oknum Bendahara Bumdes kepada Anggota Bumdes. Padahal sebelumnya kata dia, November 2020 lalu anggaran tersebut sudah diserahkan oleh Pihak Bank ke tangan oknum Bendahara tersebut.

 

"November 2020 lalu itu beta (saya) dengan bendahara ke Bula untuk melakukan pencairan anggaran, anggaran yang diterima oleh bendahara dari Bank Maluku itu senilai 50 juta, dan itu uang kes," kata sumber itu melengkapi penjelasannya.

 

Ketika ditanya terkait tahun anggaran Ia menjelaskan, pencairan anggaran itu adalah program anggaran tahun 2019 yang di alokasikan pada tahun 2020. Namun lanjut dia, bukti realisasi program dari anggaran tersebut tidak ditemui dilapangan akibat bendahara hilang kontak.

 

"Pas katong (kita) selesai melakukan pencairan itu, uang itu bendahara yang pegang, terlepas dari situ beta (saya) langsung pulang ka kampung, sampe di kampung beta (saya) langsung telpon bendahara tapi antua pu nomor seng aktif lae," jelasnya.

 

Sejak kondisi itu terjadi, dirinya mengaku oknum bendahara tersebut hilangan kabar darinya, sejak November 2020 hingga Juni 2021 yang bersangkutan bahkan sulit untuk dihubungi.

 

"Katanya dia su barangkat dan sampe oras ini beta (saya) telpon sms nomor su seng aktif lae. Beta seng tau dia pu keberadaan dimana" akuinya.

 

Saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya semalam, sumber itu mengaku kondisi tersebut sudah ditangani pemerintahan Desa setempat untuk bersikap dengan cara melayangkan surat panggilan terhadap oknum Bendahara dimaksud.  

 

Dikatakan panggilan itu memuatketentuan waktu yang telah ditentukan untuk menanti kehadiran yang bersangkutan agar dapat mempertanggung jawabkan masalah tersebut. (HN-MR