Di SBT Kepala Sekolah Tinggalkan Tugas Berbulan-Bulan

Di SBT Kepala Sekolah Tinggalkan Tugas Berbulan-Bulan

BULA, hunimuanews.com - Di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. Ada Kepala Sekolah Dasar (SD) yang meninggalkan tugas berbulan-bulan. Namun demikian, jarang ada teguran keras dari Dinas Pendidikan Setempat. Sabtu, 22/02/2020.

 

Sejumlah pemuda Desa Karai, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten SBT menilai, kesalahan Kepala Sekolah meninggal tempat tugas memakan Bulan itu, sangat melanggar undang-undang. Peristiwa ini dilakukan Kepsek SD Alhilal Karay Kecamatan Teluk Waru, Moh. Nasir Rumalean.

 

"Kepsek Moh Nasir Rumalean tidak berada di tempat tugas sudah tiga Bulan. Dan Istrinya selaku guru PNS disitu juga bersamaan tidak berada di tempat. Coba ada teguran serius dari Dinas Pendidikan setempat" ucap Rumeon kepada wartawan di Bula.

 

Soal tugas Guru Kata Rumeon, padahal sudah dijelaskan secara lengkap dalam undang-undang. Seperti Peraturan Pemerintah  Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Yang mana semua tentang kinerja guru sudah diatur.

 

"Seperti guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah" tutur Rumeon berdasarkan perintah UU.

 

Namun kenyataan lapangan, banyak guru yang melanggar ketentuan yang sakral itu. "Akibatnya, selama 3 Bulan Sofyan Gurium selaku guru honorer yang menangani pelayanan mutu pendidikan di SD Alhilal Karai, mulai dari kelas satu sampai kelas enam SD" tutur Rumeon, yang juga mahasiswa Universitas Darussalam Ambon itu.

 

Selain itu masyarakat Desa Karai Ali Kelderak mengatakan, kondisi orang tua wali murid merasa kecewa atas perbuatan kepala sekolah. Karena kata Ali, tinggal beberapa Bulan, anak-anak mereka akan diperbadankan dengan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

 

"Orang tua wali mulid risau, karna proses mengajar tidak maksimal. Kemudian anak-anak SD tinggal berapa bulan sudah di perhadapkan dengan Ujian Sekolah dengan Ujian Nasional" ucap Ali.

 

Ali mengakui, selaku masyarakat Karai dirinya merasa miris melihat kondisi pendidikan di negeri kelahirannya. Mak itu,  Ali dan masyarakat meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten SBT Memberikan teguran kepada guru-guru yang tinggalkan tempat tugas selama berbulan-bulan itu.

 

"Dan meminta perhatian serius dari Dinas Pendidikan terkait dengan proses belajar mengajar di SD Alhilal Karai" tutup Ali dengan raut wajah sedih. (HN-OPAN)