Bupati SBT Berikan Bantuan Kepada Sembilan UKM Untuk Kemajuan Usaha

Bupati SBT Berikan Bantuan Kepada Sembilan UKM Untuk Kemajuan Usaha

Abdul Mukti Keliobas selaku Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menyerahkan bantuan pendukung usaha kepada sembilan usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayahnya, Jumat.

Bantuan yang diberikan pun beragam dan disesuaikan dengan jenis usaha yang dikembangkan, seperti timbangan digital, impulse sealer berukuran 30 cm dan 40 cm, perajang singkong, mesin parut kelapa, cup sealer, kemasan dan lainnya.

Penyerahan bantuan peralatan untuk UKM binaan Dinas Koperasi, Perindustian dan Perdagangan (Koperindag) tersebut dilakukan di sela-sela peresmian pusat oleh-oleh Fanga Matelas.

Sedikitnya ada sembilan UKM yang mendapatkan bantuan, yakni Kopi Fatolo, Karya Mandiri, Fanga Matelas, Aneka Cemilan, PKK Kataloka, PKK Amarsekaru, Solid Kellu, Jembatan Basah, dan UKM Mawar.

Bupati Abdul mengatakan dana pengembangan pengembangan UKM di wilayahnya akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), agar semua semua pelaku UKM bisa meningkatkan produksi dan kualitas usahanya.

Terkait pengembangan hasil UKM yang dijual di pusat oleh-oleh Fanga Matelas, Bupati Abdul meminta kepada Kepala Dinas Koperindag, Hasaluku Uyara untuk terus mengawasi proses dan perkembangannya.

Tidak hanya hasil produksi, proses pengemasan juga harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada nilai jualnya di pasaran.

"Yang belum dapat bantuan ke depannya akan diberikan, sehingga bukan hanya sembilan UKM ini saja, tapi semua juga bisa berkembang," katanya.

"Hasil-hasil dari UKM kita ini kalau bisa jangan hanya di pusat oleh-oleh di sini, tapi juga ke dipasarkan ke pasar-pasar modern, sehingga target untuk peningkatan pendapatan masyarakat terus bertambah-tambah," kata bupati.

Kadis Hasaluku mengatakan dinasnya menargetkan pada 2018 seluruh hasil produksi UKM, khususnya makanan dan penganan sudah harus mendapatkan pengemasan yang layak.

"Target kita tahun 2018, semua makanan khas yang diproduksi oleh UKM, tidak boleh dijual begitu saja tapi sudah harus `pakai baju`, sehingga bisa lebih menjual," ujarnya.(RUSS)