Berjam-Jam, Puluhan Warga SBT Antrian Terima Bantuan PKH

Berjam-Jam, Puluhan Warga SBT Antrian Terima Bantuan PKH

BULA, hunimuanews.com-Puluhan warga dari berbagai kecamatan di kabupaten Seram Bagian Timur SBT antrian panjang di pusat pembelanjaan Winkel Supermarket Bula untuk menerima bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) yang di canangkan pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH). 

 

Pantaun media ini Minggu (2/22), para warga yang berantrian untuk menerima bantuan itu menunggu membludak hingga berjam-jam bahkan seharian mereka rela antri di depan Supermarket (Winkel) untuk menerima bantuan tersebut. 

 

Sembilan bahan pokok (Sembako) yang diterima warga itu berbagai jenis. diantaranya beras, tepung, gula, minyak goreng, telur, dan jenis barang lainya. 

 

Meski begitu, program pemerintah yang diperuntuhkan bagi masyarakat ini dinilai meresahkan warga setempat. Keresehan itu bermula dari harga barang di Supermarket (Winkel) itu melonjak jauh secara tiba-tiba. 

 

Salah satu warga penerima bantuan sembako Nuriyanti saat diminta tanggapanya terkait masalah tersebut dirinya mengaku, harga barang di Supermarket Winkel itu terlalu mahal bila dibandingkan dengan harga barang di tempat lain khususnya dalam kota Bula. 

 

 

"Harga barang di Winkel ini talalu mahal, katong pu uang tiket saja PP su 200 ribu, baru bantuan yang katong dapa ini su seng diuangkan lae, dong kasi dalam bentuk sembako tapi sembako talalu mahal bagini katong mau dapa apa lae,"ungkapya

 

Lanjut soal bantuan itu, dirinya mengaku menerima nilai sembako tersebut sebesar Rp.600.000.00. Lantas dengan nominal uang yang ia peroleh itu jika dibandingkan dengan harga barang yang melonjak naik itu tentunya berbeda dan tidak memuaskan. 

 

"Katong di Bula sini saja su 3 hari antri ambil sembako ini. Baru harga barang mahal macam baras anggur satu karung saja 100 ribu,  padahal di tampa lain cuman 80 ribu labe saja," bebernya

 

Ia berharap, program pemerintah yang diterima dalam bentuk sembako itu tidak lagi diterima di Winkel atau supermarket saja, melainkan dapat diterima ditempat lain yang dapat melayani, hal itu penting  agar mengurangi nilai dan harga barang serta tidak adanya antrian yang begitu lama.

 

"Ini bukan program keluarga harapan, yang katanya kasi sejahtera masyarakat,  tapi malah biking susah masyarakat. Kedepan harus di tampa lain lae biar barang murah dan jang katong antre talalu lama," (HN-MR)