ASN SBT Akan Terima Tunjangan Perbaikan Penghasilan

ASN SBT Akan Terima Tunjangan Perbaikan Penghasilan

BULA, hunimuanews.com-Penghasilan Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur akan bertambah. Pemerintah daerah memangkas dana pembangunan infrastruktur untuk tunjangan  perbaikan penghasilan bagi abdi negara dan abdi masyarakat ini.

 

Bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas saat memimpin upacara peringatan hari Kesadaran Nasional, Kamis (17/1) mengatakan, tunjangan tersebut akan diberikan setelah ada semua regulasi teknis pelaksanaannya.

 

“Tunjangan ini belum bisa kita laksanakan untuk satu bulan pertama tahun berjalan ini, karena harus ada regulasi pendukung lainnya,”kata Keliobas.

 

Karena itu, Keliobas telah memerintahkan Sekretaris Daerah, Syarif  Makmur untuk melakukan studi banding ke daerah yang telah menetapkan anggaran untuk tunjangan ini dan akan dikung dengan peraturan bupati sebagai regulasi teknis pelaksanaanya.

 

Terkait jumlah dana tunjangan yang diterima setiap ASN, Keliobas tidak  menyebutkan secara rinci, tapi salah satu indikatornya adalah kehadiran ASN di kantor dan etos kerja mereka.

 

“Karena tidak mungkin orang yang rajin dan orang yang malas, terimannya sama. Yang malas, pasti dipotong, yang rajin pasti diberikan sesuai jumlah yang ditetapkan,”ingatnya.

 

ASN harus masuk kantor tepat jam 8 pagi dan baru dapat pulang pada pukul 14 : 00 WIT. Bila, terlambat masuk dan lebih cepat pulang atau bahkan tidak masuk kantor, tunjangannya akan di potong.

 

“Dan itu yang kita coba untuk study banding dan melihat daerah-daerh yang sudah melakukanh itu dan regulasinya kita sesuaikan,”ungkap Keliobas.

 

Ia berharap, para ASN lebih bersemangat dalam bekerja, memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di daerah ini. “Kami berharap, dengan tunjungan ini, semangat atau etos kerja aparatur pemerintah daerah harus lebih bagus. Dan prestasi harus kita raih pada tahun-tahun yang akan datang,”harapnya.

 

Kendati APBD kabupaten SBT, terbatas yakni Rp900 milyar lebih, tapi pemerintah masih memperhatikan kesejahteraan ASN di daerah ini.

 

“APBD kegiatan belanja langsung pembangunan infrastruktur kita potong untuk kesejahteraan aparatur pemerintah daerah.  Ini luar biasa. Kalau sudah seperti baru kerjanya tidak benar, itu tidak bagus, kita berdosa kepada masyarakat,”tegasnya. (SR).