Anak Muda SBT Bicara Pendidikan & Lingkungan, Tanggungjawab Siapa ?

Anak Muda SBT Bicara Pendidikan & Lingkungan, Tanggungjawab Siapa ?

BULA, hunimuanews.com-Sejumlah anak muda yang tergolong dalam komunitas Gumumae Photo Club dan Kalesan Pantai di Kota Bula, menggelar kegiatan bacarita anak muda yang bertema "Pendidikan dan Lingkungan Tanggungjawab Siapa"

 

Kegiatan yang dibarengi dengan pemeran foto tentang kondisi pendidikan dan lingkungan di bumi bertajuk Ita Wotu Nusa itu berlangsung di tempat wisata Pantai Roleks, Kota Bula pada Selasa, 26 Januari 2021. 

 

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu Najamuddin Arey. Yang fokus bicaranya tentang manajemen pendidikan. Diketahui Najamuddin merupakan salah seorang akademisi lulusan Strata Satu (S I) di UIN Alauddin Makassar, dan (S 2) di Universitas Pattimura Ambon.

 

Selain Najamuddin, hadir sebagai pemateri dari unsur Pemerintah Daerah (Pemda), Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pumda dan Olahraga (Dikbudpora) SBT, Sidak Rumalowak. Sementara pesertanya diundang dari siswa dan mahasiswa.

 

Plt Dikbudpora SBT Sidik Rumalowak mengatakan soal pendidikan, dirinya menyarankan untuk semua siswa dan mahasiswa belajar dengan semangat. "Belajar itu tidak hanya di dalam ruang kelas. Namun, di mana tempat dan kapan saja," ucap Rumalowak sambil mencontohkan kegiatan dimaksud.

 

Selain itu, Rumalowak mengharuskan siswa dan mahasiswa yang menghadiri kegiatan itu, untuk senantiasa harus belajar memahami ilmu tentang alam. "Belajar tentang laut, darat, udara. Karena semua itu adalah ilmu tentang alam," ucap Rumalowak.

Rumalowak, soal tema kegiatan lingkungan dan pendidikan tanggungjawab siap ? Dirinya menjelaskan, soal pendidikan adalah tanggungjawab bersama. Menurut Rumalowak, Negara saja tidak mampu mengurus pendidikan. Maka dibantu kementerian pendidikan. 

 

"Tidak mampu lagi, maka dibutuhkan pembantu di Provinsi dan Kabupaten. Dan pendidikan ini bagi saya. Menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat," ucap Rumalowak, yang juga Kepala Dinas Capil SBT itu. 

 

Mantan Ketua KPUD SBT ini pun mengharapkan, semua peserta harus mampu belajar dan menyesuaikan diri dengan alam. "Saya mau sampaikan, bicara dan mengatur tidak segampang membalik telapak tangan," kata Sidik.

 

Dirinya pun menambahkan, saat ini tidak lagi bicara teori pendidikan. Tapi bagaimana caranya turun tangan dan menyelesaikan persoalan tentang pendidikan di bumi Ita Wotu Nusa. "Saat ini kami lagi fokus di beberapa titik. Sekarang di Kecamatan Kilmury. Dan setelah itu, kami akan terjun ke kecamatan lain," katanya.

 

Diakhir bicaranya, meminta pengawalan dari komunitas Gumumae Pfoto Club dan Kalesan Pantai, untuk sama-sama menjaga dan menanta pendidikan di SBT. "Kalau ada temuan kondisi pendidikan, segara didiskusikan dengan kami dinas terkait," tutupnya. 

 

Anggota komunitas Gumumae Pfoto Club Hamdan Nabal mengatakan kegiatan itu bermaksud untuk mengembalikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan lingkungan. "Dan mengharapkan bagi semua elemen masyarakat untuk bisa meleraikan lingkungan dan pendidikan di Bumi Ita Wotu Nusa. (HN-Yan).