Aksi Para Maling Ikan, Menteri Susi: 20 Kapal Akan Ditenggelamkan

Aksi Para Maling Ikan, Menteri Susi: 20 Kapal Akan Ditenggelamkan

Jkt – HN: Sebanyak 20 kapal akan ditenggelamkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan, 20 kapal tersebut telah terbukti secara hukum atau inkracht melakukan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) fishing di perairan Indonesia di tahun ini. Selain itu masih masih banyak kapal yang tengah dalam proses hukum

 

Secara lugas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan

“sebanyak 171 kapal pencuri ikan lainnya yang juga berpotensi ditenggelamkan. 26 di antaranya dalam proses penyidikan, 19 kapal sudah P-21, 62 kapal dalam proses sidang, 27 kapal mengajukan banding, dan 37 kapal dalam proses kasasi. Sedangkan 20 kapal sudah Inkracht, maka totalnya 191. Termasuk 3 kapal yang baru masuk ke proses hukum," ungkap Menteri Susi dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Data yang dihimpun oleh awak media,  Selama 2014 hingga 2017, Susi sudah menenggelamkan 317 kapal pencuri ikan di laut Indonesia. Kapal-kapal tersebut, antara lain 50 berbendera Malaysia, 76 berbendera Filipina, 144 kapal berbendera Vietnam, 21 kapal berbendera Thailand, dan sisanya berbendera Papua Nugini, China, hingga Nigeria.

selain itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI AL, Polri, dan Bakamla di sepanjang 2017 telah melakukan penangkapan terhadap 367 kapal pencuri ikan. Dari 367 kapal tersebut, 199 di antaranya Kapal Ikan Indonesia (KII) dan 168 Kapal Ikan Asing (KIA). PSDKP-KKP berhasil menangkap 95 kapal, TNI AL 53 kapal, Polri 195 kapal, dan Bakamla 24 kapal.

Dikesempatan yang sama Menteri Susi menyatakan,

“ada beberapa modus yang perlu diwaspadai oleh para pelaku IUU fishing, salah satunya adalah bendera kapal yang berbeda dengan dokumen yang dimiliki kapal. Misalnya, kapal berbendera Malaysia namun dokumen kapal diterbitkan oleh otoritas Vietnam. Selain itu, kapal-kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia juga menggunakan ABK WNI atau campuran antara WNI dan warga negara asing (WNA)” Tegas Susi

 

Jika dihitung sejak 2014 sampai saat ini, Direktorat Jenderal PSDKP, KKP telah menangkap 454 kapal, dengan rincian 142 Kapal Ikan Indonesia (KII) dan 312 Kapal Ikan Asing (KIA). Penangkapan KIA terbanyak terjadi pada 2016 silam mencapai 140 kapal.