8 Tenaga Pendidik "Indonesia Mengajar" Resmi Bertugas di SBT

8 Tenaga Pendidik "Indonesia Mengajar" Resmi Bertugas di SBT

BULA, hunimuanews.com Sebanyak delapan tenaga pendidik dari Tim Indonesia Mengajar resmi bertugas di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kedatangan tim program Indonesia Mengajar ini , disambut baik oleh Plt. Kepala Dinas(Kadis) Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Sidik Rumalowak di ruang kerjanya Rabu, (22/9/21).

 

Masing-masing tenaga pengajar dari Tim Indonesia Mengajar ini diantaranya, Gilang Ainun, selaku Ketum Tim Indonesia Mengajar, Putri Dwi Rizkita, Faiza Nuralifa, Dewi Kartini, Hendri Wibowo, M. Indra Kusuma, Titin Suhara dan Trias Amalia.

 

Kedatangan delapan tenaga pengajar muda ini, bertujuan untuk mendidik para siswa-siswi di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa, khususnya di sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang telah ditentukan. Jumlah Sekolah Dasar yang ditetapkan untuk menerima tenaga pendidik dari tim program Indonesia Mengajar ini diantaranya:

 

SDN 3 Sirittaun Wida Timur (Aernanang)

SDN 3 Kian Darat (Rumoga)

SDN 7 Gorom Timur ( Desa Sagey)

SDN 2 Pulau Panjang ( Desa Lalasa)

SDN 3 Tutuk Tolu (Desa Gah)

SDN 8 Teluk Waru (Desa Madak)

SDN 8 Kilmuri (Desa Undur) dan

SDN 8 Wakate ( Negeri Kelangan).

 

Diketahui program Indonesia Mengajar, merupakan satu program dari lembaga Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar (YGIM). YGIM sendiri merupakan satu organisasi yang notabene-nya bergerak di bidang pendidikan. 

 

Para pengajar muda ini adalah serjana terpilih lintas jurusan, dengan spesifikasi ilmu yang berbeda-beda. Meski begitu, semula mereka telah menempuh proses seleksi ketat serta pelatihan intensif dengan materi pedagogis, kepemimpinan, dan pelibatan masyarakat.

 

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) SBT, Sidik Rumalowak dalam arahanya mengatakan, kedatangan Tim Indonesia Mengajar di bumi penghasil Minyak dan Gas (Migas) ini merupakan langkah solutif untuk merespon kondisi pendidikan di daerah ini. 

 

"Tentunya menjadi satu kebanggaan bagi kami, atas kedatangan Tim Indonesia Mengajar ini. Setidaknya kehadiran teman-teman bagian dari merespon kondisi pendidikan di daerah ini," kata Rumalowak

 

Dia mengungkapkan, kedatangan delapan tenaga pendidik muda di SBT ini merupakan langkah awal bagi mereka dalam meniti karir di masa depan. Selain itu, pihaknya meminta kepada masing-masing pengajar muda ini agar menjadikan bumi Ita Wotu Nusa ini sebagai laboratorium untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat.

 

"Hari ini saya meminta kepada adik adik sekalian agar jadikan Seram Bagian Timur ini sebagai laboratorium, dan tempat bagi adik adik untuk belajar dan berbagi disana," pintanya.

 

 

Disamping itu, melalui arahanya Rumalowak memastikan kepada delapan Kepala Sekolah (Kepsek) yang turut hadir dalam kesempatan itu, agar dapat mengkondisikan segala kebutuhan yang berkaitan dengan kehadiran para tenaga pengajar muda ini di tempat tugas masing-masing.

 

"Bapak ibu kepala sekolah yang hadir untuk menerima adik adik ini, saya minta agar mampu menjaga dan menetralisir segala kebutuhan mereka selama melaksanakan tugas di sekolah yang bapak ibu pimpin," tegasnya

 

Sementara Ketua Tim Program "Indonesia Mengajar" Gilang Ainun dalam paparannya menjelaskan, dari delapan orang yang dikirim oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar (YGIM) ke kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini, semula mereka telah melewati berbagai macam proses pembelajaran sebelum di turunkan ke lapangan.

 

Menurutnya, selain dari melakukan perjalan panjang di daerah ini, pihaknya ingin membangun kerja sama, meningkatkan layanan pendidikan, serta turut berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). 

 

"Kehadiran kami disini selain dari mengajar, kami sangat membutuhkan kerja sama, memperbaiki kondisi pendidikan, dan ingin sekali berkolaborasi dengan semua masyarakat untuk bagaiman sama sama kita meningkatkan pendidikan di Seram Bagian Timur," ujarnya

 

Dia berharap, dari proses yang kelak dilalui bersama rekan-rekannya, timbul efek pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Tidak hanya itu, melalui program Indonesia Mengajar itu juga, munculnya gerakan sosial di bidang pendidikan, serta lahirnya penggerak literasi dan pemberdayaan di bidang pendidikan.

 

"Harapan kami semoga ada efek baiknya, terhadap perkembangan pendidikan yang terus berlanjut, menculnya gerakan-gerakan sosial dan sebagainya," harapnya

 

Dalam kesempatan tersebut, Tim Indonesia Mengajar ini dilepas secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sidik Rumalowak, kepada delapan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) se- SBT, yang siap menerima para tenaga pengajar muda ini di sekolah mereka masing-masing.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kadis Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Sidik Rumalowak, Sekretaris (Dikbudpora) SBT, delapan Kepala Sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) penerima Tim Indonesia Mengajar, dan para pegawai di lingkup Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Seram Bagian Timur. (HN-MR)