60 Meter Garis Pantai Berkurang, Pulau Geser Terancam Erosi

60 Meter Garis Pantai Berkurang, Pulau Geser Terancam Erosi

Bula, SBT - hunimuanews - Pulau Geser yang biasa di sebut sebagai pulau cincin terapung yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku tersebut terancam erosi pantai akibat kuatnya gelombang arus pasang surut, kata Johanis Lekalette, Peneliti Fisika Oseanografi dari Pusat Penelitian Laut Dalam – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI).

Geser adalah pulau atol yang berdampingan dengan daratan besar Seram dan pulau-pulau kecil lainnya, seperti Seram Laut dan Keffing. Luasnya tidak mencapai 2.000 kilometer persegi.

17 peneliti di turunkan oleh PPLD-LIPI untuk melakukan penelitian di perairan pulau Geser dan sekitarnya. Dengan waktu riset yang tergolong singkat,10 hari untuk mendata sejumlah keaneragaman hayati yang ada di sana

Saat berlangsung proses penelitian diketahui telah terjadi abrasi di pulau Geser yang dapat mengancam keberlangsungan pulau tersebut. Di ketahui selama 60 tahun terakhir sedikitnya ada 60 meter garis pantai yang berkurang.

Johanis yang juga Kasubdit Peralatan Penelitian PPLD-LIPI mengatakan kondisi oseanografi di daerah tersebut yang menyebabkan pengikisan daratan atau erosi pantai.

Pola arus pasang surut di sekitar Selat Geser terbilang kuat, bergerak searah jarum jam dari selatan ke utara melingkari Pulau Geser. Kuatnya arus dan gelombang pasang surut telah mengangkut butiran pasir, sehingga terjadi perubahan garis pantai.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar, dulunya pantai Geser terdapat banyak karang masif (coral Reef) yang menjadi peredam gelombang. Seiring berkembang pesatnya pertumbuhan penduduk, karang-karang tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Para peneliti berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengembalikan karang masif (coral Reef) yang menjadi peredam gelombang dan pelarangan pengambilan karang laut sebagai bahan bangunan. (HN - dms)