Membuka Akses Pasar bagi Binaan Solid di SBT

Membuka Akses Pasar bagi Binaan Solid di SBT

BULA, hunimuanews.com - Dinas Ketahanan pangan Kabupaten Seram Bagian Timur, Selasa (29/5) menggelar Workshop temu Bisnis dan pemasaran bagi pelaku usaha di sental bisnis Solid serta Peningkatan kesejahtraan Petani kecil (PKPK) di Bula.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  Kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten SBT Mirna Derlen, Sekertaris Djami Hamisi,ketua kordinator Solid Agus Nurlete.dan peserta workshop.


Dalam sambutan kepala Dinas Ketahanan Pangan Mirna Derlen mengungkapkan
Persaingan bisnis yang kompetitif menuntut para pelaku usaha untuk secara terus menerus memantau dan menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar. 

 

Setiap pelaku usaha tentunya menginginkan kegiatan bisnisnya dapat terus hidup dan berkembang mengikuti pasar.

 

Hal itu dapat terwujud apabila bisnisnya secara terus menerus mengikuti keinginan konsumen, baik kualitas maupun kuantiitas produk.

 

"Karena itu, Saya menyambut baik kegiatan Workshop Temu Bisnis dan Pemasaran Bagi Pelaku Usaha Sentra Bisnis di desa – desa Solid Kabupaten Seram Bagian Timur. Kegiatan ini hendaknya dijadikan sarana membangun kemitraan dan temu usaha untuk akses memperluas pasar komoditi unggulan daerah." tuturnya.

 

Dikatakan, hampir semua Usaha Kecil Menengah (UKM) terkendala dalam pemasaran produknya. Tidak terkecuali binaan Solid.

 

"Mereka bisa menghasilkan produk tetapi kesulitan memasarkan hasilnya karena minimnya jaringan pasar,"katanya.

 

Peluang dan strategi pemasaran, selain itu sebagai salah satu media promosi produk UKM di Kabupaten Seram Bagian Timur kepada  para  pelaku usaha yang berhasil dalam pemasaran produk yang mereka hasilkan.

 

Diharapkan melalui kegiatan ini akan terjadi kontrak dan kerjasama antara UKM dan para pelaku usaha yang berhasil dalam penjualan dan pemasaran produk UKM di Kabupaten Seram Bagian Timur


"Untuk itu kepada Peserta workshop saya mengajak saudara-saudara agar lebih serius dalam mengikuti workshop ini sehingga diharapkan pelaku bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) mampu membangun  kemitraan yang lebih luas untuk mendapatkan akses pasar yang seluas-luasnya dan mampu bersaing dengan produk-produk lainnya" ungkapnya.

 

Kegiatn itu menjadi salah satu media  informasi  yang akurat sehingga dalam penyusunan strategi pemasaran  pada unit usaha di desa-desa binaan SOLID dapat tersusun dengan baik. 

Sementara, terkait dengan keberlanjutan strategi perlu dilakukan pula kontak dengan masyarakat secara partisipatif. (HN - GR)