Warga Jembatan Basah “Bersuara” Lewat Musrenbangdes

Warga Jembatan Basah “Bersuara” Lewat Musrenbangdes

BULA,Hunimuanews.com- Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun anggaran 2019 di administratif Jembatan Basah, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur digelar pada Kamis (27/9).

 

Hadir pada Musrenbang yang digelar selama dua jam lebih tersebut, kepala pemerintahan serta aparatur negeri Jembatan Basah, ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Negeri Administratif (BPNA) Jembatan Basah, serta puluhan warga Jembatan Basah.

 

Selain itu, hadir pada Musrenbang tersebut  juga tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa, pendamping desa, Kapolsek Bula Barat serta Babinsa negeri Jembatan Basah.

 

Melalui forum  Musrenbang dengan tema "Mari Bekerja, Berinovasi, dan Berkarya” tersebut, warga menyampaikan berbagai masalah yang masih ditemui dalam pelayanan pendidikan, kesehatan serta sektor lainnya.

 

Masalah yang disampaikan warga diataranya sarana dan prasarana pendidikan, yakni meja dan kursi belajar di sekolah, pagar sekolah, dan minimnya tenaga guru di sekolah, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah.

 

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi tentang pembangunan jalan ke lahan pertanian. Ini untuk memudahakan warga yang berprofesi sebagai petani dapat berakses lebih mudah.

  

Kepala pemerintahan negeri administratif Jembatan Basah, Ibrahim Boinauw menyambut baik sikap aktif warga saat mengikuti Musrenbang dengan menyampaikan berbagai aspirasi tersebut.

 

Boinauw berharap, sikap aktif serta kerja sama warga tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, guna membanguna negeri Jembatan Basah menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

 

Berbagai aspirasi warga tersebut akan dipilah berdasarkan masing-masing bidang pembangunan. Selanjutnya akan disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan hingga Musrenbang tingkat kabupaten.

 

“Terkait masalah penambahan jumlah guru. Itu memang perlu disampaikan di Musrenbang tingkat selanjutnya. Dan nanti kami kawal,”ungkap tenaga ahli pemberdayaan masyarakat kabupaten SBT, Joko Murtiono.(SR)