Wakil Rakyat SBT Ini Perjuangkan Nasib Rakyat Kilmury

Wakil Rakyat SBT Ini Perjuangkan Nasib Rakyat Kilmury

BULA, hunimuanews.com - Salah satu Wakil Rakyat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Fathul Kwairumartu, kini melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT Usman Keliobas, atas musibah bencana alam yang menimpah masyarakat di Dusun Kilbon Tewa, Kecamatan Kilmury beberapa hari kemarin dalam bulan Juni 2020 ini.

 

Anggota DPRD Fathul Kwairumartu itu mengatakan, upaya koordinasi yang dilakukan dirinya bersama Kepala BNPB SBT pada 26 Mei 2020 itu, merupakan bagian penting bagi seorang wakil rakyat, untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat agar hidup layak. "Saya meminta perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) SBT, dan juga mempertanyakan giat yang sudah dilakukan Pemda melalui BNPB terhadap kondisi dusun Kilbon Tewa" ucap Kwairumartu kepada media ini di Bula pada Jumat, 12/06/2020.

 

Dari hasil koordinator yang dilakukan Kwairumartu, akhirnya warga setempat harus direlokasi atau dipindahkan ke tempat pemukiman yang baru. Karena Dusun Kilbon Tewa, kata Kwairumartu, susuai  gambaran Kepala BNPB Usman Keliobas, wilayah tersebut termasuk area rawan bencana.

 

"Dari hasil koordinasi dikatakan Kepala BNPB, Dusun tersebut tidak bisa kembali didirikan pembagunan untuk ditempati. Untuk itu warga setempat harus direlokasi secapatnya. Karena tempat itu merupakan satu lokasi yang rawan akan bencana" ucap Kwairumartu, yang juga salah satu aktivis pencinta alam itu.

 

 

Terkait relokasi warga setempat lanjut Kwairumartu,  Pemda SBT harus memberikan bantuan yang bisa memadai keperluan mereka. Baik, dalam bentuk sembako, maupun perlengkapan pembangunan lainnya. Agar warga bisa menikmati apa yang menjadi perhatian pemeritah setempat.

 

Untuk diketahui, Pemda setempat sudah berupaya memberikan bantuan melalui BNPB Kabupaten SBT, berupa pembagunan rumah. Namun baru sebagian warga yang menempati. Sementara warga lainnya masih tetap tinggal di Dusun Kilbon Tewa karena menurut meraka, itu kampung tertua. 

 

"Pemda SBT sudah membantu. Namun, warga yang masih mendiami lokasi tersebut akibat menurut meraka, itu adalah kampung lama atau kampung tertua" ucapnya. Untuk itu, Kwairumartu, berharap warga setempat harus direlokasi pada pembangunan yang sudah disediakan.

 

"Untuk saat ini saya menanti hasil koordinasi Camat Kilmury Abdul Gafar Rumanama dengan warga setempat. Apakah mereka bersedia untuk pindah atau tidak. Tapi apapun hasilnya warga setempat harus direlokasi. Karena kondisi lapangan sangat membahayakan" tutup Kwairumartu. (HN-OPAN