Wakil Bupati Buka Pertemuan Analisis Akses Pangan

Wakil Bupati Buka Pertemuan Analisis  Akses Pangan

 

 

BULA, Hunimuanews-Wakil bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, Selasa (10/4) membuka pertemuan analisis akses  pangan provinsi Maluku di kota Bula. Kegiatan ini dihadiri dinas ketahanan 11 kabupaten/kota di Maluku.

 

Pembukaan analisis akses pangan yang digelar di gedung Serba Guna tersebut juga dihadiri kepala Badan Ketahanan Provinsi Maluku Zedek Sangadji, pimpinan DPRD kabupaten SBT, pimpina Organisasi Perangkar Daerah (OPD) di lingkup pemerintah kabupaten SBT. Dan Wakapolres SBT, Kompol Umar Kelean.

 

Saat menyampaikan sambutan, Alkariri berharap, para  narasumber dan peserta pertemuan analisis ketahana pangan tersebut dapat mengetahui kodnsi ketahana di masing-masing daerah.

 

"Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, Bapak/ibu harus mampu mengumpulkan informasi dan menguasai berbagai metode analisis, sehingga dapat memotret situasi dan memperkirakan adanya masalah atau gangguan dalam akses pangan dan SKPG di wilayah masing-masing,”ungkapnya  

 

Alkatiri mengatakan, infomasi yang dihasilkan melalui analisis tersebut sangat diperlukan sebagai basis perumusan kebijakan dan program.

 

“Oleh sebab itu, akurasi data dan kualitas hasil analisis sangat menentukan efektilitas kebijakan dan program dimaksud,”tegasnya.

 

Kepala Badan Ketahanan  Pangan provinsi Maluku, Zedek Sangaji menyebutkan, pertemua analisis akses  pangan tersebut bertujuan, antara lain sebagai forum berbagi informasi tentang penanganan  pangan di masing-masing daerah.

 

Kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, pertemuan analisis akses pangan adalah pertemuan yang penting dan strategis.

 

Langkah tersebut, guna  meningkatkan kapasitas SDM,  memperluas wawasan,   meningkatkan  pemahaman dan kesamaan persepsi mengenai  peningkatan situasi akses pangan maupun analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi  dalam mencapai ketahanan pangan.

 

“Secara kasat mata kita dapat menyampaikan bahwa kondisi pangan diwilayah masing-masing sudah lebih baik dari waktu-waktu,”katanya.

 

“Namun tentu kita membutuhkan data yang lebih akurat Untuk mengetahui situasi akses pangan masyarakat Untuk mengetahui situasi pangan dan gizi  masyarakat, agar dapat memantau keadaan pangan dan gizi secara berkesinambungan”sambungnya.

 

Derlen melanjutkan, hal itu  meupakan suatu sistem infomasi yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam menentukan kebiiakan sebagai alat perencanaan pembagunan pangan ke depan. (HN-MB)