Upaya Melestarikan Pakaian Adat

Upaya Melestarikan Pakaian Adat

BULA, hunimuanews.com-Motif dan kain dasar pakaian adat di Maluku secara umum dan di kabupaten Seram Bagian Timur secara khusus telah ada sejak dulu. Sehingga, perlu dilestarikan.

 

Hal tersebut disampaikan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten SBT, Ansar R. Wattimena saat hadir sebagai narasumber pada sosialisasi hasil seminar penetapan pakaian adat, Jumat (12/10) di kota Bula.

 

“Pakaian Maluku, kan baju Cele. Sementara di Gorom misalnya ada simbol Raja itu ada mahkotanya.Pakaian adat itu kebesaran raja, jadi masing-masing punya pakaian kebesaran sendir,”katanya. .

 

Di tempat yang sama, Peneliti Budaya, Marten M. Pattipeilohi mengatakan, budaya daerah di manapun memiliki karakteristik berbeda.

 

“Perlu ada publikasi dengan disainer, karena itu sangat penting untuk menetapkan pakaian adat SBT. Sehingga kita bisa memaknai bagaimana karakteristik budaya kearifan lokal,”ujarnya.

 

Hadir pada kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten SBT itu Sekretaris Daerah Syarif Makmur, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (ODP), tokoh pemuda serta para kepala desa. (GR)